Direhabilitasi di Bogor, 4 Kukang Jawa Dilepas di Gunung Sawal

Mulvi Muhammad Noor    •    Rabu, 26 Oct 2016 20:57 WIB
hewan dilindungi
Direhabilitasi di Bogor, 4 Kukang Jawa Dilepas di Gunung Sawal
?Ratu, kukang jawa, kini menempati kandang habitasi di Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Ciamis: Sebanyak empat kukang jawa dilepaskan di kandang habitasi di Blok Awilega, Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu 26 Oktober 2016. 

Keempat Kukang Jawa ini telah menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa International Animal Rescue (IAR) Indonesia, Ciapus, Kabupaten Bogor. 

Kukang ditempatkan di dua kandang habitasi berbeda di tengah hutan Gunung Sawal secara berpasangan. Kandang habitasi ini berbentuk area hutan kecil yang di dalamnya terdapat pepohonan dan semak-semak yang berada di dalam pembatas fiber setinggi 1,5 meter berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 60 meter. 

Manager Operational IAR Indonesia Aris Hidayat mengatakan dua pasang Kukang Jawa ini diserahkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat beberapa tahun lalu.

Ratu dan Ninja, sepasang kukang jawa, merupakan hasil penyerahan masyarakat pada 2015. Sedangkan satu pasang lainnya yaitu Srandil dan Priangan adalah korban perdagangan hewan. 

"Selama ditempatkan di kandang habitasi, empat individu kukang itu akan terus dipantau. Dan akan benar-benar dilepas jika monitoring siang dan malam menunjukan hasil yang bagus," kata Aris, di lokasi pelepasan, Rabu (26/10/2016). 

Untuk memudahkan pemantauan, salah satu dari pasangan setiap kukang dipasangi radio collar di bagian leher. Alat itu berfungsi sebagai pengirim sinyal yang nantinya akan ditangkap antena petugas pemantau. Alat ini akan mengeluarkan bunyi di penerima sinyal. Ini untuk memudahkan petugas dalam menemukan dan mengamati kukang di kandang habitasi. 

Beberapa poin pemantauan yakni aspek fisik dan psikologis. Kukang akan dilepas jika kondisinya tidak stres dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru serta mendapatkan sumber makanan sendiri.  "Biasanya monitoring dilakukan dua minggu," kata dia. 

IAR Indonesia bersama BKSDA Jawa Barat sejak 2014 sudah melepas 23 individu kukang di Suaka Margasatwa Gunung Sawal. Beberapa di antaranya berkembang biak secara alami di habitat barunya. 

Kukang jawa merupakan salah satu dari tiga jenis kukang di Indonesia yang kini berstatus kritis atau terancam punah. Primata berpostur mungil ini dilindungi UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. 

Convention International on Trade of Endangered Species (CITES) memasukan kukang dalam kategori Apendiks I atau dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.


(UWA)