Kerugian Akibat Bencana Menurun di Sukabumi

Benny Bastiandi    •    Selasa, 02 Jan 2018 09:48 WIB
bencana
Kerugian Akibat Bencana Menurun di Sukabumi
Dua santri membersihkan material longsor yang merusak bangunan Pondok Pesantren Warotsatul An-Biya di Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat pada Maret 2017 -- ANT/Budiyanto

Sukabumi: Sejumlah daerah mulai menghitung kerugian akibat bencana selama 2017. Di Sukabumi, Jawa Barat, kerugian yang pernah terjadi sepanjang 2017 sebagian besar akibat tanah longsor.

Total kerugian bencana alam mencapai Rp2,7 miliar. Akibat tanah longsor, kerugian mencapai Rp1 miliar lebih.

"Selama 2017, terjadi 159 kali bencana. Selain tanah longsor, bencana lain juga terjadi, seperti banjir, kebakaran, angin kencang, gempa bumi, dan cuaca ekstrem," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (B{BD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami, Senin, 1 Januari 2018.

Namun, lanjut Zulkarnain, jumlah kerugian akibat bencana pada 2017 lebih kecil dibanding 2016 yang mencapai Rp9,3 miliar lebih.

Zulkarnain merinci, bencana tanah longsor paling banyak terjadi sepanjang 2017, yakni 50 kasus. Disusul berikutnya cuaca ekstrem sebanyak 40 kejadian dan gempa bumi 23 kejadian.

Bencana lainnya yang terjadi pada 2017 yakni kebakaran sebanyak 24 kasus, banjir 18 kasus, dan angin topan empat kejadian. Bencana yang paling banyak mengalami kenaikan kasus adalah gempa bumi. Pada 2016 lalu data gempa bumi hanya sebanyak tiga kasus dan kini naik menjadi 23 kasus.


(NIN)