Tak Ada Lagi Pasien Difteri di Garut

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 28 Dec 2017 14:18 WIB
klb difteri
Tak Ada Lagi Pasien Difteri di Garut
Ilustrasi ruang isolasi rumah sakit. Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bandung: RSUD Dr Slamet Garut menyatakan tidak ada lagi pasien difteri yang dirawat. Seluruh pasien yang menderita virus tersebut telah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumahnya masing-masing.

Kepala Humas RSUD Dr Slamet Garut Lingga Saputra mengatakan ada lima warga yang sempat dirawat akibat diserang difteri. "Menurut, catatan kami terakhir pada Selasa, 26 Desember kemarin, ada seorang pasien yang meninggal atas nama Ibu Oom. Sedangkan pasien lainnya, telah kembali ke rumah masing - masing," ucap Lingga saat dihubungi Medcom.id, Kamis 28 Desember 2017.

Dia menyebut seluruh pasien ini warga Garut yang tinggal di tempat berlainan. Lingga menyebut seluruh pasien difteri mendapatkan perhatian khusus selama dirawat. Mulai dari ruangan hingga pemeriksaan intensif dilakukan oleh dokter ahli.

Kabupaten Garut sempat dinyatakan daerah dengan kejadian luarb biasa (KLB) difteri. Total lima warga Garut dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut beberapa waktu lalu.

Dengan bertambahnya pasien, total kasus difteri di Garut sepanjang 2017 menjadi 17 kasus yang tersebar mulai Kecamatan Sukaresmi, Cibatu, Cihurip, Garut Kota, Bayongbong, Sukawening, Cisurupan, Pamulihan, Bungbulang, Tarogong Kaler, Samarang, Kadungora, Pakenjeng, dan Cikajang. Tiga pasien di antaranya meninggal dunia.

Hingga kini, proses pemberian vaksin untuk masyarakat dari pemerintah pusat belum dilakukan. Baru petugas RSUD yang mendapatkan imunisasi difteri. Sebanyak 1.200 orang pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, divaksin difteri untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.


(SUR)