`Semut` untuk Manjakan Warga Bandung

Roni Kurniawan    •    Kamis, 19 Oct 2017 15:59 WIB
transportasi berbasis aplikasi
`Semut` untuk Manjakan Warga Bandung
Aplikasi Semut -- MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Bandung untuk menyejahterakan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Kembang. Salah satunya adalah menghadirkan aplikasi Semut, guna memudahkan calon penumpang mencari angkot sesuai rute yang dituju.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pihaknya tengah menggandeng beberapa pihak untuk menyempurnakan aplikasi Semut. Apalagi, saat ini Semut belum banyak diketahui masyarakat serta pengemudi angkot.

"Jadi, nanti (sopir) juga bisa mendeteksi penumpang. Ini juga upaya kita untuk meningkatkan pelayanan," kata Didi di kantornya, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Kamis 19 Oktober 2017.

Pantauan Metrotvnews.com, aplikasi yang sudah bisa diunduh melalui Playstore ini mampu memberikan informasi rute serta trayek angkot. Selain itu, aplikasi ini juga menunjukkan angkot yang sedang dituju serta jumlah penumpang yang ada.

Namun, dari 36 trayek yang ada di aplikasi, hanya satu trayek yang terhubung ke Semut, yakni jurusan Stasiun Hall (Kebun Kelapa) - Sarijadi. Itu pun hanya satu unit angkot yang terhubung dengan nomor polisi D 1914 AD.

Didi mengaku, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyempurnakan dan mensosialisasikan aplikasi tersebut. Saat ini, pihaknya masih terbentur anggaran untuk memberikan perangkat di setiap angkot agar terhubung dengan Semut.

"Kita akan bertemu dengan beberapa pihak nanti dalam waktu dekat, agar aplikasi ini bisa digunakan oleh masyarakat dan angkotnya sudah banyak yang terhubung," pungkasnya.

Terpisah, Asep, 37, mengaku belum mengetahui adanya aplikasi Semut. Pengemudi angkot 08 rute Cicaheum-Cibaduyut ini juga belum mendapatkan sosialisasi terhadir hadirnya Semut.

"Seperti apa bentuknya? Terus, cara kerjanya bagaimana juga tidak tahu. Belum pernah dikasih tahu juga," cetus Asep saat ditemui di Terminal Leuwi Panjang, Bandung.


(NIN)