Gudang Pengoplos Raskin di Cianjur Digerebek Polisi

Benny Bastiandi    •    Jumat, 01 Dec 2017 15:17 WIB
raskinrastra
Gudang Pengoplos Raskin di Cianjur Digerebek Polisi
Ilustrasi: Pekerja melakukan bongkar muat di gudang beras Bulog. --ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani--

Cianjur: Kepolisian Sektor Warungkondang mengungkap praktik pengoplosan beras, di Kampung Cimaja, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kamis 30 November 2017. Di tempat itu polisi menyita sekitar 10 ton raskin yang dioplos dengan beras jenis premium.

"Gudang itu berkedok tempat penggilingan padi," kata Kapolsek Warungkondang Komisaris Agus Sutisna.

Praktik pengoplosan beras itu berawal dari laporan masyarakat. Mereka mencurigai aktivitas di dalam gudang. Kecurigaan itu dilaporkan ke aparat kepolisian yang menindaklanjutinya dengan penyelidikan.

Selain menyita barang bukti berupa 10 ton raskin, polisi juga menangkap lima orang. Mereka adalah Rus, pemilik gudang, DM, pemilik beras, serta tiga orang pekerja. Modus yang digunakan pelaku dengan cara mencampur beras premiun dengan raskin. 

"Tujuan untuk meraup keuntungan," ujar Agus.

Raskin yang dioplos dengan beras premium itu sedianya untuk warga miskin di Desa Titisan Kecamatan Sukabumi. Namun tak semua raskin digunakan para pelaku. Sebagian lagi dibagikan ke masyarakat miskin. 

"Raskin itu sebelumnya dicuci dulu supaya terlihat bersih. Ini untuk memuluskan agar raskin menyerupai beras premium," sebut Agus.

Setelah raskin dioplos dengan beras premium, kata Agus, para pelaku mengemasnya dalam karung berukuran 25 kilogram dan 50 kilogram. Karungnya bertuliskan Kepala Beras Slyp Super Cianjur. "Ini agar terlihat seperti beras bermutu," bebernya Agus.

Saat ini kelima pelaku masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian. Polisi masih mengumpulkan data sejauh mana peran kelimanya. "Kami masih periksa kelima orang yang diamankan itu. Nanti akan diketahui peran dan keterlibatan mereka," pungkasnya. 



(ALB)