Kelompok Bersenjata Tajam Tebar Ancaman di Kota Depok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 20 Feb 2019 17:09 WIB
aksi begalkejahatan
Kelompok Bersenjata Tajam Tebar Ancaman di Kota Depok
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Depok: Kota Depok seakan tidak pernah bisa lepas dari kejahatan jalanan seperti di kawasan Cimanggis. Dalam satu hari, sekelompok pemuda bersenjata tajam membuat resah di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Medcom.id, para pelaku yang merupakan pemuda melancarkan teror di Jalan Radar AURI dan Bungur Kecamatan Cimanggis Kota Depok, Senin, 19 Februari 2019. Mereka membawa celurit dan memaksa korban menyerahkan barang berharganya.

"Mereka berempat, datang sekitar pukul 24.00 WIB menggunakan dua motor awalnya berhenti di depan warung pecel lele. Lalu mengeluarkan celurit dan meminta handphone milik ojek online yang sedang berhenti tak jauh dari situ," kata penjaga warung soto, Agus yang terletak di sekitar lokasi, Jalan Radar AURI, Rabu, 20 Februari 2019.

Agus melihat para pelaku masih kisaran remaja. Setelah mendapatkan handphone korban, mereka langsung tancap gas. Menurutnya, kejadian begal di wilayah tersebut seringkali terjadi saat malam hari dan kondisi jalanan sepi.

"Saya sempat dengar juga, seorang pelaku ngomong ke pedagang pecel lele 'Lu mau gua begal lagi'. Karena mereka bawa sajam, yang melihat kejadian itu hanya bisa diam," beber Agus.

Sementara itu, pada lokasi kejadian yang kedua yaitu di Jalan Bungur, seorang penjaga warung kopi 24 jam mengaku juga menjadi korban pembegalan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Berdasarkan, penuturan korban, diduga ciri-ciri pelaku sama persis seperti di lokasi pembegalan yang pertama.

"Awalnya, kawanan pemuda bermotor ini lewat depan warkop. Saya ga ada curiga sama sekali namun, beberapa menit kemudian mereka balik lagi dan masuk ke dalam warung," ucap korban Andri.

Andri menuturkan, para pelaku mengeluarkan celurit dan meminta korban untuk menyerahkan handphone miliknya. Karena ketakutan, pria asal Kuningan, Jawa Barat ini akhirnya pasrah.

"Mereka bilang mana handphone bang, sambil memperlihatkan celurit. Saya langsung berikan takutnya dia ngebacok," jelas Andri.

Korban hingga saat ini, belum melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek terdekat karena masih taku. 

Sementara Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud mengatakan hingga saat ini belum mengetahui secara pasti ihwal kedua peristiwa pembegalan tersebut.

"Saya belum tahu, tapi tentunya akan segera ditindaklanjuti dengan mengirim personel untuk memeriksa lokasi kejadian," kata Suyud.

Suyud menegaskan, untuk antisipasi kejahatan jalanan pihaknya telah membagi tugas patroli kepada setiap personel yang melakukan piket malam. Diakuinya, jalan rawan kejahatan di wilayah hukumnya kerap terjadi sekitar pukul 01.00 WIB hingga 05.00 WIB.

"Kita sebar anggota terutama unit Buser, untuk patroli di seluruh wilayah Cimanggis. Selain itu, kita juga sering sambang ke wilayah bertemu RT dan RW dan selalu mengingatkan agar mengaktifkan ronda warga, karena untuk masalah keamanan menjadi tugas bersama bukan hanya polisi sendiri," pungkas Suyud.


(DEN)