Siswa Gunakan Botol Minum untuk Bayar Bus Sekolah

Rendy Ferdiansyah    •    Jumat, 07 Dec 2018 14:13 WIB
bus sekolah
Siswa Gunakan Botol Minum untuk Bayar Bus Sekolah
Bus sekolah yang akan beroperasi di Bangka Belitung dan siswa yang menumpang cukup bayar dengan sampah, 7 Desember 2018, MI - Rendy Ferdiansyah

Pangkalpinang: Sejumlah bus sekolah dioperasikan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Tapi, naik bus sekolah tidak gratis. Sebab, siswa harus membayar tarifnya dengan sampah.

Kepala Dinas Perhubungan Babel KA Tajuddin mengatakan tujuh kabupaten dan kota mendapat bantuan bus sekolah. Pengoperasian bus sekolah bertujuan memudahkan para siswa datang dan pulang dari lembaga pendidikan masing-masing.

"Tapi siswa yang ingin menaiki bus sekolah harus membayar tarifnya dengan sampah," kata Tajuddin di sela-sela acara penyerahan bus sekolah di Desa Cupat, Kabupaten Bangka Barat, Jumat, 7 Desember 2018.

Mekanismenya, ujar Tajuddin, para siswa mengumpulkan sampah ke sekolah masing-masing. Bisa kemasan botol minuman hingga kemasan plastik. Kemudian siswa menimbang dan menjual sampah ke tempat-tempat tertentu sebagai alat pembayaran tarif bus.

Selain itu, lanjut Tajuddin, pemprov juga mengoperasikan bus sekolah layaknya perpustakaan berjalan. Para siswa dapat berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Yaitu mengumpulkan buku-buku bacaan lalu membawanya ke bus buku.

"Nah nanti buku-buku itu bisa dibaca oleh siapapun. Jadi sambil menunggu bus berhenti di titik-titik tertentu, siswa yang menumpang bus dapat membaca buku-buku itu," kata Tajuddin.


(RRN)