Penjelasan Sekolah Terkait Hukuman Push UP Kepada Siswinya

Rizky Dewantara    •    Selasa, 29 Jan 2019 17:38 WIB
pendidikan
Penjelasan Sekolah Terkait Hukuman Push UP Kepada Siswinya
SDIT Bina Mujtama, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 29 Januari 2019. Medcom.id/ Rizky Dewantara.

Bogor: Kepala Sekolah SDIT Bina Mujtama mengatakan jika hukuman 100 kali push up terhadap siswinya terjadi pada November 2018. Hukuman diberikan lantaran tidak membayar uang SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan).

Kepala Sekolah SDIT Bina Mujtama M. Ramadhan Budi Setiawan mengatakan, hukuman diberikan saat ujian PAS (penilaian akhir semester). Masalah tersebut intinya terkait kedisiplinan orang tua untuk tanggung jawab masalah pembayaran ujian.

"Orang tua Fariz siswa kelas 6 dan Gesil kelas 4 yang viral di sosmed sudah bersekolah di SDIT Bina Mujtama sejak kelas satu. Jadi orang tua yang bersangkutan sudah paham prosedur pembayaraan jelan ujian," kata Ramadhan saat ditemui di SDIT Bina Mujtama, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 29 Januari 2019.

Ramadhan menjelaskan, orang tua dari korban yang viral di media sosial sudah mendapat keringanan 50 persen pembayaran kedua anaknya.

"Kedua anaknya mendapat keringanan 50 persen uang SPP yang pada umumnya Rp200 ribu perbulan. Jadi masalanya bukan di pembayaran, melainkan kesalahpahaman orang tua anak ke pihak sekolah," jelas Ramadhan.

Ia juga menyatakan, saat ini pihaknya dan orang tua murid sudah menyelesaikan masalah saat ujian PAS berlangsung. Karena kedua orang tua baru konfirmasi kepada sekolah untuk terlambat pembayaran.

"Harapan kami, orang tua konfirmasi ke pihak sekolah untuk masalah pembayaran, jadi tidak membiarkan anak sekolah tanpa kejelasan. Jangan melepaskan anak saat ujian karena pemberitahuan pembayaran sudah dilakukan," beber Ramadhan.


(DEN)