Dedi Mulyadi Menampik Disebut Ingkar Janji kepada Keluarga Zoya

Reza Sunarya    •    Jumat, 08 Sep 2017 14:58 WIB
kekerasan
Dedi Mulyadi Menampik Disebut Ingkar Janji kepada Keluarga Zoya
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi -- MI/Sumaryanto

Metrotvnews.com, Purwakarta: Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menampik tudingan Abdul Chalim yang menyebut dirinya tidak memenuhi janji memberikan santunan pada istri dan anak Muhammad Al Azhar alias Zoya, korban aksi massa yang tewas dibakar di Babelan, Kabupaten Bekasi. Pengacara keluarga Zoya itu menyebut, janji Dedi memberikan tunjangan sebesar Rp1,5 juta per bulan bagi keluarga almarhum belum juga mengalir.

"Saya belum terima rekening pribadi ibu Siti Zubaidah. Jadi, belum bisa mengirimkan dana santunan lanjutan. Saya kira (dana) yang kemarin itu cukup," kata Dedi Mulyadi di rumah dinasnya, Jalan Gandanegara, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat 8 September 2017.

Menurut perhitungan Dedi, dana yang diberikan saat ia berkunjung ke rumah korban di Kampung Jati, Desa Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, pada Senin 7 Agustus 2017, lebih dari cukup untuk kehidupan sehari-hari beberapa waktu dan biaya persalinan. Bahkan, dana tersebut juga cukup jika istri Zoya harus menjalani operasi cesar saat melahirkan.

(Baca: Keluarga Zoya Belum Menerima Tunjangan dari Bupati Purwakarta)

Pernyataan pengacara Zoya soal Dedi yang ingkar janji akan diklarifikasi langsung kepada pihak keluarga korban. Dedi bakal mengirimkan staf ke kediaman istri Zoya.

"Sudah saya utus staf barusan kepada pihak keluarga korban, ditambah santunan untuk tiga bulan ke depan," ungkapnya.

Dedi juga sempat mengimbau kepada semua pihak agar bahu-membahu untuk membantu sesama yang membutuhkan sekaligus mensyukurinya. Menurutnya, tidak etis jika setiap langkah solidaritas kepada sesama menjadi polemik yang bersifat politis.

"Saya kaget dengar berita itu, ya janganlah dipolitisir," pungkasnya.

Sebelumnya, Abdul Chalim mengaku akan mengingatkan para pejabat publik yang berjanji membantu keluarga Zoya. Termasuk janji Dedi Mulyadi dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Menurutnya, saat ini masalah tunjangan belum menjadi prioritas utama keluarga. Pasalnya, beberapa pejabat itu menjanjikan beasiswa pendidikan bagi anak almarhum. Sedangkan, anak almarhum masih berusia empat tahun.

Chalim memastikan pada saatnya anak almarhum memasuki sekolah, ia akan mengingatkan para pejabat tersebut untuk menunaikan janjinya memberikan tunjangan. "Kalau mereka membuktikan janjinya ya monggo. Kalau diingatkan engga jadi ya cukup tahu saja," pungkas Chalim.

(Baca: IDC Janji Transfer Hasil Penggalangan Dana ke Keluarga Zoya)

Sementara itu, pihak keluarga Zoya, dalam hal ini istrinya, Siti Zubaidah, mengaku tidak tahu-menahu atas berbagai bantuan yang pernah dijanjikan oleh para pejabat yang datang melayat ke kediamannya. Semua itu, kata dia, sudah diurus oleh pengacaranya.

Zoya tewas dianiaya dan dibakar massa di Pasar Muara Bakti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 1 Agustus 2017. Ia dihakimi karena dituduh mencuri pengeras suara di Musala Al-Hidayah yang berlokasi di Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan.


(NIN)