Warga Cirebon Kembali Keluhkan Debu Batu Bara

Ahmad Rofahan    •    Senin, 04 Sep 2017 14:22 WIB
batu bara
Warga Cirebon Kembali Keluhkan Debu Batu Bara
Petugas sedang menyiram debu batu bara di jalanan Cirebon, Jakarta Barat -- MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Warga kembali mempermasalahkan debu akibat bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Debu batu bara kembali masuk ke pemukiman warga karena panjangnya musim kemarau dan kencangnya angin yang bertiup di Cirebon.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon Rivolindo mengintruksikan melakukan penyiraman. Hal ini dilakukan sebagai bukti keseriusan pihaknya menangani debu batu bara.

"Kami bertanggungjawab menangani masalah ini," kata Revo di Cirebon, Senin 4 September 2017.

Menurut Revo, bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon setiap harinya bisa mencapai 15.000 ton. Batu bara tersebut kemudian diangkut menggunakan truk dengan kapasitas 25 ton setiap truknya.

Revo menjelaskan, debu batu bara yang saat ini dikeluhakn masyarakat kadarnya jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Ia mengklaim, pihaknya sudah melakukan langkah lebih baik untuk meminimalisir debu.

"Lihat saja, truk yang keluar dari pelabuhan sudah bersih dan ukuran batu baranya tidak sampai melebihi batas truk. Sehingga, muatannya bisa ditutup terpal dengan baik. Debu saat ini, lebih karena faktor angin yang kencang," terang Revo.

(Baca: Akibat Bongkar Muat Batu Bara, Udara Cirebon Berbahaya)

Rudi, petugas parker di depan Pelabuhan Cirebon, mengakui perubahan tersebut. Debu batu bara kali ini dampaknya tidak terlalu besar karena ada penyiraman oleh KSOP.

"Kalau yang kasus kemarin (tahun 2015), debunya sampai ke sini. Kalau sekarang, ada, tapi sedikit dan jarang. Smeoga dengan adanya penyiraman, debunya tidak menyebar ke mana-mana," kata Rudi.

Langkah KSOP juga diapresiasi Sultan Sepuh PRA Arief Natadiningrat. Ia mengaku, sempat merasakan dampak debu batu bara pada 2015.

Namun, saat ini, dampak debu batu bara tidak terasa hingga Keraton Kasepuhan. "Penyiraman yang dilakukan KSOP merupakan langkah yang tepat," kata Arif.

(Baca: Warga Sekitar Pelabuhan Cirebon Hirup Debu Batu Bara)


(NIN)