Cegah Pungli, Retribusi Angkutan Umum di Bandung Pakai Kartu Pintar

Roni Kurniawan    •    Rabu, 19 Oct 2016 13:28 WIB
pungli
Cegah Pungli, Retribusi Angkutan Umum di Bandung Pakai Kartu Pintar
Ilustrasi terminal. (Foto: Antara/Noveradika)

Metrotvnews.com, Bandung: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung berusaha untuk memutus mata rantai pungutan liar (pungli) terhadap pengemudi angkutan publik. Elektronik retribusi atau e-retribusi akan diterapkan Dishub sebagai salah satu upaya menghilangkan pungli.

Menurut Kepala Dishub Kota Bandung, Didi Ruswandi, pada 2017 mendatang e-retribusi akan mulai diterapkan untuk mencegah aksi pungli. Melalui teknologi tersebut ia berharap bisa mrminimalisir interaksi secara langsung antara petugas dengan para supir baik angkutan kota maupun bis.

"Terjadinya pungli itu karena adanya interaksi secara langsung. Kami minimalisir itu dengan teknologi. Tahun depan akan kita terapkan," kata Didi saat dihubungi, Rabu (19/10/2016).

Diakui Didi, dalam menerapkan sistem e-retribusi, nantinya setiap pengemudi baik angkot maupun bus wajib memiliki kartu pintar. Kartu tersebut digunakan sebagai alat untuk menyetor retribusi setiap harinya.

"Jadi nanti si supir itu punya smard card. Jadi enggak langsung secara cash bayar retribusinya," ujarnya.

Smart card yang dimaksud menyerupai kartu untuk masuk tol yang selama ini sudah banyak digunakan masyarakat. Ia melanjutkan untuk penarikan retribusi nantinya berlangsung di satu titik yakni terminal. 

"Setiap terminal akan dipasangi mesin untuk mendeteksi besaran retribusi melalui smart card yang dipegang oleh setiap pengemudi angkot dan bus," imbuhnya.

"Ini smart card, begitu tap (mesin e-retribusi) nomor kendaraan sudah terdeteksi. Kalau masuk tap, kita nanti tahu retribusi angkutan itu. Rencana tahun depan akan kami lelang pengadaan barangnya," urainya.

Ia mengaku hingga saat ini belum pernah memergoki anak buahnya melakukan praktik pungli. Namun, tidak dipungkiri masih ada laporan dari masyarakat terkait praktik pungli.

"Terus saya ingatkan konsekuensi kalau melakukan pungli. Kalau dari laporan masyarakat ternyata betul dan ada bukti, maka akan kami pecat," tandasnya.


(MEL)