Hamsad Rangkuti dan Julukan Pengantin Kereta

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 26 Aug 2018 20:22 WIB
obituari
Hamsad Rangkuti dan Julukan Pengantin Kereta
Potret Hamsad Rangkuti muda di depan rumah duka, Jalan Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Minggu, 26 Agustus 2018. Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Depok: Berbagai kenangan selama hidup Hamsad Rangkuti diutarakan istrinya Nurwinda Sari. Salah satu kenangan paling berkesan saat pernikahan Bunga Ria Rangkuti, anak perempuan mereka.

Nurwinda mengatakan pernikahan itu berlangsung sekitar 2003. Berkat akalnya, Hamsad berhasil membuat pernikahan itu dikenang keluarga hingga kini.

"Waktu itu, dia sedang di Kafe depan IKJ teman-temannya bertanya apa nih yang bakal dilakuin Bang Hamsad saat pernikahan putrinya. Dia bilang, Abang akan membentangkan karpet warna merah jambu dari Cut Meutia sampai ke Wisma Antara, sambil tertawa bahagia," kata Nurwinda di rumah duka, Jalan Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Minggu, 26 Agustus 2018.

Baca: Hamsad Rangkuti Dikenal Pemberi Semangat Penulis Muda

Alih-alih membentangkan karpet merah jambu, Hamsad memberi kejutan berbeda kepada keluarga. Salah satu sastrawan terbaik Indonesia itu menyewo satu gerbong kereta khusus bagi pengantin dan keluarga.

"Jadi Abang (Hamsad), naik angkot sama saya dan pengantin dari rumah ke Stasiun Depok Baru disana sudah menunggu satu gerbong kereta yang telah disewa," kenang Nurwinda.

Pada 2003, kereta api tak seperti sekarang. Saat itu masih banyak pengamen dan pedagan asongan yang keluar masuk gerbong kereta. Hamsad dan keluarga pun berbagi kebahagiaan dengan para pengamen itu.

"Kita nyanyi sambil menari, pokoknya berbahagia. Pengamen kita ajak, pengamen di dalam gerbong memainkan musik-musik barat," kata Nurwinda.

Peristiwa itu menjadi kenangan tak terlupakan buat keluarga Hamsad. Bunga Ria dan suaminya pun dikenal sebagai pasangan kereta hingga saat ini.

"Makanya, anak saya selalu dipanggil pengantin kereta," paparnya.

Lingkungan rumah Hamsad di Depok terlihat asri dihiasi pohon-pohon jati. Pohon jati tersebut juga jadi saksi pernikahan Bunga dan suaminya. Nurwinda menyebut Menteri Kehutanan MS Kaban saat itu memberikan 500 bibit jati sebagai hadiah pernikahan anaknya.

Baca: Hamsad Rangkuti Sempat Koma 3 Bulan

Bibit itu pun dijadikan buah tangan buat tamu yang telah datang. Sisanya, ditanam di sekitar lingkungan rumah.

"Sisanya kita tanam di sini," pungkas Nurwinda.

Hamsad Rangkuti meninggal di usia 75 tahun setelah terbaring tak sadarkan diri selama tiga bulan terakhir. Penulis novel 'Ketika Lampu Berwarna Merah' itu meninggalkan istri dan empat anak: Bonang Kiswara, Girindra, Bunga Ria, dan Anggi Mauli.


(DRI)