Napi Cilodong Depok Salat Gaib untuk Korban Gempa NTB

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 11 Aug 2018 11:45 WIB
gempagempa bumiGempa Lombok
Napi Cilodong Depok Salat Gaib untuk Korban Gempa NTB
Sejumlah narapidana (napi) di Lapas kelas II B Cilodong Kota Depok, Jawa Barat menggelar doa dan salat gaib untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali di Masjid Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Cilodong, Jumat, 11 Agustus 2018. Medcom.id/

Depok: Sejumlah narapidana (napi) di Lapas kelas II B Cilodong Kota Depok, Jawa Barat menggelar doa dan salat gaib untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali di Masjid Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Cilodong.

Kapala Rutan Cilodong, Sohibur Rachman mengatakan, kegiatan doa bersama ini adalah bentuk kepedulian sesama yang diinginkan langsung oleh para napi.

"Dengan doa yang kami lantunkan, semoga bisa menguatkan saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengalami musibah. Tak banyak yang bisa kami lakukan selain memanjatkan doa, mengharap kebesaran Allah atas segala yang terjadi di dunia ini," kata Sohibur saat fikonfirmasi, Jumat, 10 Agustus 2018.

Sohibur menjelaskan, selain doa untuk masyarakat Lombok dan Bali, lantunan ayat-ayat suci Al Quran juga dibacakan untuk kelancaran fungsi pemasyarakatan, rasa syukur dalam memperingati hari kemerdekaan RI, dan memohon kelancaran dalam penyelenggaraan Asean Games 2018.

"Harapan kami juga, kegiatan ini bisa menambah keimanan para warga binaan agar semakin dekat dengan Allah," jelas Sohibur.

Tidak hanya itu, bantuan bagi para korban bencana Lombok juga dilakukan oleh kalangan akademisi Ikatan Alumni Universitas Indonesia (UI) dengan menggelar konser kemanusiaan di wilayah Cilandak Square, Jakarta Selatan pada Kamis malam, 9 Agustus 2018.

Kepala Kantor Humas UI, Refelly Dewi Astuti menegaskan jika kegiatan tersebut, menghasilkan dana sekitar Rp2,3 miliar.

"Jadi dalam konser itu kita mengundang beberapa artis seperti Rosa, Band Menteri dan lain-lain. Uang yang dihasilkan nantinya dibawa untuk renovasi infrastruktur di sana (Lombok) pasca gempa," ungkap Refelly.


(DEN)