Direktur Keuangan First Travel Divonis 15 Tahun Penjara

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 30 May 2018 13:26 WIB
kemelut first travel
Direktur Keuangan First Travel Divonis 15 Tahun Penjara
Kiki Hasibuan (berompi oranye) saat hendak memasuki ruang sidang di PN Depok dengan agenda pembacaan vonis, Rabu 30 Mei 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki divonis 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar atas kasus penipuan terhadap calon jemaah umrah First Travel. Vonis Kiki lebih rendah ketimbang kakak kandungnya, Annisa Hasibuan dan suami, Andika Surachman.

"Juga denda Rp5 miliar bila tak dibayar, diganti dengan kurungan penjara 8 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Soebandi dalam sidang vonis yang berlangsung di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu, 30 Mei 2018.

Baca: Bos First Travel Divonis 20 Tahun Penjara

Kiki merupakan Direktur Keuangan sekaligus komisaris First Travel. Vonis Kiki lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa beberapa waktu lalu, yaitu 18 tahun.

Sementara dua terdakwa lain yaitu Andika Surachman divonis 20 tahun penjara, sesuai tuntutan. Andika berperan sebagai Direktur Utama First Travel.

Sedangkan Annisa divonis 18 tahun penjara. Pasangan suami istri itu dinilai terbukti secara sah melakukan penipuan perjalanan umrah serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Soebandi memaparkan, bos First Travel telah menawarkan paket umrah promo seharga Rp14,3 juta pada Juni 2015. Para calon jemaah umrah yang mendaftar paket promo, dijanjikan berangkat mulai November 2016- Mei 2017. Tapi, di persidangan para terdakwa menyadari paket umrah murah tidak bakal cukup membiayai paket perjalanan seperti yang ditawarkan. 

"Namun para terdakwa tetap menawarkan paket umrah tersebut kepada para calon jemaah sehingga berhasil mendapatkan dan menarik calon jemaah mendaftar dan telah membayar," sambung hakim.

Lebih lanjut, uang setoran jemaah saja tidak cukup untuk memberangkatkan satu orang pendaftar paket umrah murah. Karena First Travel harus menggaji karyawan dan tagihan vendor. Namun, para terdakwa tetap mempromosikan paket umrah murah melalui media sosial dan menggunakan jasa artis, agen, hingga membuka kantor cabang bahkan penjualan franchise First Travel ke beberapa perusahaan hingga membuat calon jemaah percaya dan mendaftarkan diri kemudian me,bayarkan uang ke beberapa rekening bank. 

Hakim menyebut jumlah calon jemaah yang mendaftar pada Januari 2015-Juni 2017 sebanyak 93.295 orang. Total setoran uang pembayaran para jemaah mencapai Rp 1,319 triliun.

Namun kenyataannya, sejak November 2016-Juni 2017, jumlah jemaah umrah yang diberangkatkan First Travel hanya 29.985 orang. Sedangkan sisanya, 63.310 orang yang sudah membayar lunas dengan jadwal pemberangkatan November 2016 hingga Mei 2017 tidak diberangkatkan.


(RRN)