"Tak Usah Buang Tenaga Demo Sukmawati"

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 06 Apr 2018 17:36 WIB
indonesia fashion week 2018Kasus Hukum Sukmawati
etua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Sukmawati Soekarnoputri (kanan) usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (5/4). Foto: Antara/ Budi

Cirebon: Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon Kiai Adib Rofiuddin mengajak masyarakat menghentikan demonstrasi terkait puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Menurut Adib, Sukmawati sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Semua orang pasti punya salah, apalagi ini sudah meminta maaf," ujar Mustasyar PBNU ini, Jumat, 6 Maret 2018.

Walaupun ada unsur pelecehan agama, Kiai Adib mengingatkan masyarakat agar tak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Adib menduga ada golongan yang siap mempolitisisasi kasus ini.

"Tidak usah aksi-aksi lagi. Hanya menghabiskan tenaga saja," kata Adib.

(Baca: MUI Sesalkan Isi Puisi Sukmawati)

Masyarakat diharap tidak membesar-besarkan lagi permasalahan ini. Apalagi kasus ini sedang ditangani oleh aparat hukum.

Alangkah baiknya masyarakat mempercayakan permasalahan ini kepada aparat hukum.

(Baca: Ketua MUI Ingin Unjuk Rasa Puisi Sukmawati Urung Digelar)

"Serahkan saja ke aparat hukum dan aparat berwenang. Karena saya yakin, kasus ini akan ditangani dengan baik," ujarnya.

Kiai Adib juga berharap agar kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi warga lainnya. Terutama untuk lebih berhati-hati dalam berucap.

(Baca: GP Ansor Cabut Laporan Soal Puisi Sukmawati)


(SUR)