Tenaga Pendidik dan Kesehatan Berstatus PNS Dibutuhkan Pemkot Tangsel

Farhan Dwitama    •    Kamis, 06 Sep 2018 15:58 WIB
pns
Tenaga Pendidik dan Kesehatan Berstatus PNS Dibutuhkan Pemkot Tangsel
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Kamis 6 September 2018, Medcom.id - Farhan Dwi

Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, mengajukan 1.000 formasi untuk pegawai negeri sipil pada awal 2018. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengaku formasi-formasi itu sesuai dengan kebutuhan.

Tenaga pendidik dan kesehatan menjadi formasi utama yang dibutuhkan di Tangerang Selatan. Kemudian, kebutuhan lain yaitu tenaga administrasi dan teknik.

“Kita sangat menunggu tes CPNS ini. Mudah-mudahan formasinya sesuai dengan yang kita ajukan beberapa waktu lalu,” terang Benyamin di Tangerang Selatan, Kamis, 6 September 2018. 

Benyamin mengaku Pemerintah kota Tangerang Selatan mengalami kekurangan tenaga PNS. Hal itu, lantaran formasi PNS yang dibutuhkan tak pernah sesuai dengan yang diberikan oleh kementerian pusat. 

“Tahu-tahun sebelumnya, kita ajukan lebih dari 1000 formasinya, yang diberikan hanya 200 sampai 250. Ini kebijakan pusat, tapi diharapkan ini sesuai kebutuhan kita saat ini,” lanjut Ben. 

Saat ini, tenaga PNS di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebanyak kurang lebih 5.000 orang. Sementara kebutuhan untuk kota Tangerang Selatan sendiri idealnya 8000. 

“Makanya PNS di Tangsel banyak kurang, total PNS kita 5.000 sampai 5.600 sementara kita butuh sampai 8000 sebetulnya, dan ini belum ideal karena jumlahnya masih kurang,” ucap Ben. 

Contohnya, lanjut Benyamin, ada pejabat pelaksana Teknis kegiatan (pptk) yang idealnya mengelola 5 samai 8 kegiatan ini sampai 30. 

“PPTK inikan harus bergolongan 3A , punya sertifikat keahlian barang dan jasa, paling tidak eselon 4 , dan ini idealnya mengelola kegiatan 5-8 tapi dikita ada yang sampai 30. Ini buktinya bahwa PNS di Tangsel masih kurang,” lanjut Ben.

Dia berharap, dengan usulan formasi yang telah disampaikan itu, khususnya untuk tenaga pengajar bisa mengangkat tenaga guru honorer K2. 

“Harapan saya K2 bisa terangkat, memang yang paling banyak untuk tenaga pendidikan dan kesehatan. Saya engga tahu jumlahnya, tapi saya perkirakan jumlahnya lebih dari 300. Selanjutnya tenaga administrasi dan teknis kita masih butuh, apakah SMA dengan basis SMK, dan sarjana sarjana berbasis teknik, hukum dan psikologi kita butuh satu atau dua kalau enggak salah sepeti itu formasinya,” ucap Benyamin. 



(RRN)