Eks Sekda Depok Klaim Anggaran Pelebaran Jalan Nangka Tidak Bermasalah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 05 Sep 2018 19:36 WIB
kasus korupsi
Eks Sekda Depok Klaim Anggaran Pelebaran Jalan Nangka Tidak Bermasalah
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Depok: Ahmar Ikhsan Rangkuti, Kuasa Hukum eks Sekertaris Daerah (Sekda) Depok Harri Prihanto masih mempelajari kasus dugaan korupsi yang menjerat kliennya.

Menurutnya, keterbatasan informasi yang diberikan oleh Harri mengharuskan pihaknya mencermati dan mendalami kembali kasus tersebut.

"Kami juga baru mendapatkan mandat sebagai kuasa hukum untuk kasus ini, dari kemarin 4 September 2018. Karena terbatas, dan kita ingin mempelajari terlebih dahulu kasusnya," kata Ahmar di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Rabu, 5 September 2018.

Ahmar menjelaskan, dari hasil penuturan Harri, penganggaran proyek pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos pada 2015 lalu sudah tidak ada persoalan.

"Intinya beliau menyampaikan bahwa ada pelaksanaan penganggaran proyek itu, sebenarnya sudah clear tapi ini kita tidak tau kasusnya dari pihak kepolisian seperti apa," jelas Ahmar.

Selain itu, menurut Ahmar, kliennya juga mengaku jika proyek tersebut belum sempat dilaksanakan, namun sudah ada penetapan tersangka dari polisi.

"Ini ada keanehan, menurut beliau ini belum dilakukan (proyeknya) namun ada tersangkanya dan langsung meloncat ke beliau," jelas Ahmar.

Sebelumnya mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Tipikor Polres Kota Depok.

Nur Mahmudi diduga terlibat korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Negara disebut merugi Rp10 miliar.

Nur Mahmudi tak sendiri. Ikut pula ditetapkan sebagai tersangka mantan Sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok Harri Prihanto.


(DEN)