Calon Petahana masih Kuat di Kota Bogor

Rizky Dewantara    •    Rabu, 27 Jun 2018 18:01 WIB
pilkada serentak
Calon Petahana masih Kuat di Kota Bogor
Tim di posko pemenangan Bima Arya - Dedie memantau quick count versi Charta Politika soal Pilwalkot Bogor, Rabu, 27 Juni 2018, Medcom.id - Rizky Dewantara

Bogor: Pasangan Bima Arya - Dedie Rachim unggul sementara di hasil penghitungan cepat atau quick count lembaga survei Charta Politika dalam Pemilihan Wali Kota Bogor, Jawa Barat. Hingga pukul 16.50 WIB, pasangan nomor urut tiga itu unggul dengan 59,8 persen suara.

“Dari survei kami yang terakhir pada Juni 2018 menunjukkan bahwa elektabilitas incumbent masih sangat kuat. Bahkan hampir 60 persen hasilnya. Dan hasil survei itu tidak jauh berbeda dari survei periode sebelumnya pada Maret 2018. Incumbent Bima-Dedie persentasenya masih sangat tinggi,” ungkap Manager Riset Charta Politika, Muslimin Tanja saat dihubungi medcom.id, di Bogor, Rabu, 27 Juni 2018.

Sedangkan tiga pasang lain yaitu nomor urut 1 Achmad Ruyat-Zaenul Mutaqin mendapat 28,8 persen, nomor urut 2 Edgar Suratman-Safwelly Ginajar meraih 13,02 persen, dan nomor urut empat Dadang Danubatata -Sugeng Teguh meraih 12, 31 persen.

Pada hasil survei Charta Politika Indonesia periode Juni 2018 menujukkan elektabilitas pasangan incumbent Bima Arya Sugiarto – Dedie A Rachim masih unggul telak 59,8 persen, jauh di atas pasangan Achmad Ru’yat – Zainul Mutaqin (RZ) yang memperoleh 18,0 persen. Sementara dua calon lainnya Edgar Suratman – Sefwelly Ginandjar serta Dadang Danubrata – Sugeng Teguh Santoso elektabilitasnya masih di bawah angka 5 persen.

Ia menambahkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Bogor tergolong tinggi, yakni di atas 70 persen dan tersebar merata di wilayah kecamatan di Kota Bogor.

“Di atas kertas ketika survei kepuasan publik terhadap incumbent itu tinggi di atas 70 persen, biasanya cenderung akan terpilih kembali. Masyarakat sudah melihat prestasi apa yang sudah dilakukan dan merasa puas,” katanya.

Dalam survei ini, Charta Politika menghimpun sampel sebanyak 400 responden, margin of error 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di tiap kecamatan di Kota Bogor. 


(RRN)