Gempa dan Tsunami di Palu

Anjing K9 pun Kelelahan Lacak Korban Bencana

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 02 Oct 2018 20:44 WIB
Gempa Donggala
Anjing K9 pun Kelelahan Lacak Korban Bencana
Polri kerahkan anjing pelacak untuk menemukan jenazah korban terjangan gempa dan tsunami di Palu, Selasa, 2 Oktober 2018, dok istimewa

Depok: Anjing pelacak atau Unit K9 yang dikerahkan Mabes Polri ke Sulawesi Tengah kelelahan. Tujuh anjing jenis herder itu dikirim ke Sulteng untuk membantu mencari warga yang menjadi korban terjangan gempa dan tsunami di provinsi tersebut.

Anjing-anjing itu milik Direktorat Polisi Satwa Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Satwa tersebut membantu SAR menemukan korban sejak sejak Minggu, 30 September 2018.

Cuaca panas, ujar Pemimpin Unit K9 Panit 2 Ditpolsatwa Kelapa Dua Ipda Muhtar, mempersulit proses pencarian. Tujuh anjing kelelahan.

"Akhirnya kami melanjutkan pencarian besok pagi," kata Muhtar yang berada di Palu saat dihubungi Medcom.id melalui sambungan telepon, Selasa, 2 Oktober 2018.

SAR mengerahkan anjing-anjing itu mulai pukul 09.00 Wita setiap hari. Mereka membantu SAR menemukan jenazah di beberapa lokasi di Palu, seperti kawasan Balaroa. Proses pencarian dengan K9 dilakukan selama kurang lebih 7 jam.

K9 melacak tiga lokasi yang diduga menjadi area tertimbunnya korban bencana. Namun tim gabungan sulit mengevakuasi korban.

"Karena tanahnya berlumpur dan alat berat tidak memungkinkan untuk memasuki area tersebut," ungkap Muhtar.

Rencananya, K9 meluncur ke wilayah Patobo besok. Tidak semua K9 dikerahkan. Sebab beberapa anjing membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga.


(RRN)