Perlintasan Kereta Liar di Cirebon Bertambah

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 21 Dec 2017 20:14 WIB
jalur kereta api
Perlintasan Kereta Liar di Cirebon Bertambah
Ilustrasi kereta api. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno

Cirebon: Jumlah perlintasan sebidang yang ada di Daop 3 Cirebon bertambah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2016  jumlah perlintasan sebidang berjumlah 211 perlintasan, pada tahun ini menjadi 223 perlintasan.

Manager Humas Daop 3 Cirebon Krisbiyantoro mengatakan, bertambahnya perlintasan sebidang karena warga membuka pembatas secara liar untuk bisa menjadi jalur pintas kendaraan mereka. Kris menyangkan banyaknya perlintasan sebidang liar tersebut, karena sering menimbulkan adanya kasus kecelakaan.

"Kasus kecelakaan atau tabrakan dengan kereta, terbesar terjadi di perlintasan sebidang tanpa penjaga," kata Kris di Cirebon, Kamis, 21 Desember 2017.

Sebanyak 141 perlintasan sebidang yang berada di wilayah Daop 3 Cirebon tidak memiliki penjaga dan liar. Perlintasan sebidang tanpa penjaga itu tersebar di wilayah kerja Daop 3 Cirebon mulai dari lepas Stasiun Cikampek hingga Brebes Jawa Tengah

"Hanya 83 perlintasan saja yang dijaga,” kata Kris.

Sebanyak 41 kasus tabrakan yang melibatkan orang dan 18 kasus yang melibatkan kendaraan. Sedangkan untuk pelemparan kereta api, terjadi 36 kasus selama tahun 2017, kasus tabrak palang lintasan (12 kasus), pencurian perlengkapan jalur (enam kasus) dan pemasangan batu (lima kasus).

Kris juga menambahkan, sebenarnya yang bertanggung jawab untuk menyediakan penjaga perlintasan ada pemerintah daerah setempat. Namun sayangnya, sejumlah Pemda masih belum menganggarkan untuk hal tersebut. Sehingga sejumlah perlintasan sebidang hanya dijaga secara swadaya oleh warga.


(SUR)