Driver Gojek Tuntut Kesetaraan seperti Pengemudi Taksi Konvensional

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 22 Jan 2018 16:04 WIB
gojek driver
Driver Gojek Tuntut Kesetaraan seperti Pengemudi Taksi Konvensional
Aksi driver Gojek berunjuk rasa di Bandung, Senin 22 Januari 2018, Medcom.id - Octa

Bandung: Ratusan pengendara yang bergabung dengan Gojek menuntut pengelola apilkasi angkutan itu memisahkan tombol pemesanan. Pemisahan itu dilakukan antara pemesanan angkutan online dengan konvensional.

Sebelumnya Gojek bekerja sama dengan penyedia jasa angkutan konvensional untuk mengangkut penumpang, termasuk di Bandung, Jawa Barat. Namun, kata Koordinator Tim Reaksi Baraya Online Jawa Barat Tezar Dwi Ariyanti, perusahaan penyedia aplikasi pilih kasih.

"Taksi plat kuning yang ikut masuk dalam aplikasi online membuat kami tertindas. Kami sebetulnya mendukung dengan penggabungan mereka bersama online tapi kami meminta adanya kesamaan," ucap Tezar saat berdemonstrasi bersama ratusan driver Gojek di Kantor Gojek Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Senin 22 Januari 2017.

Tezar merasa taksi konvensional diprioritaskan. Padahal, driver online sudah lebih dulu berjuang di Kota Bandung.

"Ini menyebabkan permasalahan ekonomi bagi para driver online," tuturnya.

Tezar menerangkan juga menuntut masalah sanksi yang diberikan oleh manajemen kepada driver Gojek yang dianggap melakukan kesalahan. Sanksi itu berupa penangguhan. Menurutnya, permasalahan utama yaitu tidak diberikan kesempatan kepada para driver online untuk mengklarifikasi kesalahan itu.

"Seharusnya, mereka memberikan batasan waktu jangan sedikit - sedikit main suspend kan ini merugikan kami," terangnya.



(RRN)