Deddy Mizwar Soroti Tol Air di Bandung

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 24 Mar 2018 15:20 WIB
infrastruktur
Deddy Mizwar Soroti Tol Air di Bandung
Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, saat berkunjung ke tempat kreatif di Kota Cimahi, Sabtu 24 Maret 2018.

Cimahi: Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyoroti pembangunan tol air oleh Pemerintah Kota Bandung dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil. Bahkan Demiz menilai tol air tidak berjalan efektif sehingga masih menimbulkan banjir di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini.

Pada tahun 2017 silam, Pemkot Bandung membangun dua tol air di dua titik berbeda di kawasan Jalan Dr Djujunan atau dikenal Pasteur dan Pagarsih. Dua kawasan itu merupakan langganan banjir ketika hujan lebat turun.

Demiz mengungkapkan, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan oleh salah satu pemerintah daerah termasuk Pemkot Bandung. Bahkan ia menilai kepala daerah condong ingin menonjol menjadi pahlawan.

"Selama ini masih masing-masing, tol air lah. Tol air, yang banjir tempat lain makin parah. Jangan merasa ada super hero. Coba sekali-sekali dihilangkan, mari bicara soal kawasan regional," kata Demiz di Cimahi, Sabtu, 24 Maret 2018.

Demiz mengusulkan adanya pertemuan khusus membahas banjir dengan setiap kepala daerah yang ada di kawasan Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

"Tinggal mau enggak duduk bareng, bupati, wali kota, provinsi dan pusat sama-sama. Siapa mengerjakan apa, di mana, kapan dan dananya dari mana. Kalau masing-masing merasa super hero, ya enggak bisa," beber Demiz.

Sebagai program kerja, calon nomor urut 4 ini pun mempunyai visi untuk membentuk tim Samsat guna menuntaskan banjir di Bandung Raya. Nantinya tim itu akan mengawasi dan menindaklanjuti pembangunan yang tidak sesuai dengan rekomendasi untuk ditindak.

"Makanya kedepan ada Samsat, ada polisinya, ada kejatinya. Jadi yang macem-macem bisa langsung ditindak," pungkasnya.

Sementara itu calon gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil (Emil) menegaskan, pembangunan tol air di kawasan Pagarsih dan Pasteur dilakukan setelah adanya kajian dari insinyur ITB. Pembangunan itu pun, lanjut Emil, berdasarkan hasil diskusi atau masukan dari berbagai pihak termasuk ITB.

"Yang namanya tol air, basement air itu sudah dihitung oleh para insinyur ITB. Ada yang berhasil ada yang belum, ya terus saja kita kerjakan," kata Emil saat ditemui di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 24 Maret 2018.

Emil mengaku tidak anti kritik atas kinerjanya di Pemkot Bandung saat menjadi wali kota. Bahkan diakui Emil, berbagai gagasan masuk ke Pemkot Bandung untuk menangani masalah banjir.

"Kita mah selalu berusaha, ada ngasih masukan bikin danau air kita bikin di Sarimas, ada yang ngasih masukan basement air di Pagarsih di kerjakan. kalau seorang wali kota diam tidak mengerjakan sesuatu, masalah dicuekin, baru valid," tegas Emil.


(ALB)