BPTJ Diminta Kaji Ulang Aturan Ganjil-Genap Tol Bekasi

Antonio    •    Sabtu, 10 Mar 2018 10:57 WIB
sistem ganjil genap
BPTJ Diminta Kaji Ulang Aturan Ganjil-Genap Tol Bekasi
Kendaraan pemudik melintas pada jalur "contra flow" jalan Tol Cikampek KM 51, di Jawa Barat, Minggu (2/7/2017). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Bekasi: Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Aryanto Hendrata meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengkaji ulang rencana sistem Ganjil Genap pada angkutan pribadi yang akan diterapkan di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat I dan II pada 12 Maret 2018 mendatang.

Menurut dia, untuk pemberlakuan kebijakan tersebut harus melalui kajian yang komprehensif agar tidak berdampak pada kemacetan parah di Kota Bekasi.

Dirinya berharap supaya kebijakan tersebut baru diberlakukan menunggu infrastruktur dan transportasi massal yang memadai.

"Pembangunan tol becakayu dan kereta cepat aja belum selesai dibangun masa udah pergantian sistem saja, itu bukan memberikan solusi tetapi memindahkan masalah saja," kata dia di Bekasi, Jumat 9 Maret 2018.

Baca: Warga Tolak Sistem Ganjil Genap di Tol Jakarta-Cikampek

Selain itu penyebab banyaknya angkutan pribadi ialah mudahnya mendapatkan kendaraan roda empat. "Faktornya karena kredit mobil sekarang mudah, Pemerintah harus tegas mengkaji secara komprehensif," ujar dia.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan, kebijakan tersebut akan dievaluasi setiap akhir pekan.

"Tiga paket kebijakan tersebut akan kita evaluasi setiap minggu. Sampai kebijakan tersebut optimal dan dirasakan manfaatnya buat masyarakat," kata dia.

Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan untuk mengurai kemacetan di dalam Tol Jakarta - Cikampek. Salah satunya ialah ganjil – genap untuk kendaraan pribadi.

Kebijakan itu dilakukan supaya pengguna kendaraan pribadi menggunakan angkutan massal. Pemkot Bekasi dan Apindo diketahui mendukung kebijakan tersebut.




(ALB)