Cirebon Banjir, Pesantren Tertua di Jawa Terendam Dua Meter

Ahmad Rofahan    •    Senin, 12 Mar 2018 12:11 WIB
bencana banjir
Cirebon Banjir, Pesantren Tertua di Jawa Terendam Dua Meter
Ilustrasi banjir. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Cirebon: Banjir menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Maret 2018, malam. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu lokasi yang terdampak musibah banjir paling parah. Pesantren tertua di Jawa ini terendam hingga kedalaman dua meter.

Hanan, salah satu pengurus pondok pesantren, mengatakan banjir merendam sekitar 12 pesantren yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin. Karena tingginya air yang menggenangi wilayah pesantren, pengurus mengungsikan para santri ke tempat yang lebih aman.

"Sempat kita ungsikan karena air cukup tinggi," ujar Hanan, Senin, 12 Maret 2018.

Pesantren yang terendam lebih banyak berada di bagian selatan kompleks Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin. Pesantren banyak terendam karena lokasi yang berdekatan dengan Sungai Ciwaringin. Sungai tersebut meluap karena tidak bisa menampung debit air yang tinggi.

Hidayat, salah satu warga sekitar, menambahkan air mulai masuk ke wilayah perkampungan dan pesantren pada pukul 22.00 WIB, Minggu. Air sempat merendam wilayah tersebut hingga tiga jam lamanya.

Tanda-tanda akan terjadinya banjir memang sudah terlihat karena sehari sebelumnya debit air sudah sangat tinggi. Bahkan tinggi air sudah mendekati bibir Sungai Ciwaringin.

"Surut sekitar pukul 01.00 WIB," kata HIdayat.

Walaupun banjir cukup tinggi, namun sejumlah barang berharga masih sempat diselamatkan oleh warga. Hidayat juga mengungkapkan  banjir  terjadi kesekian kalinya.
 
Banjir terparah yang menimpa wilayah tersebut pernah hingga mencapai ketinggian tiga meter. Ia memperkirakan, selain volume hujan tinggi, kiriman air dari Majalengka juga cukup tinggi, sehingga mengakibatkan Sungai Ciwaringin tidak mampu untuk menampung debit air.

"Kemungkinan ada kiriman air dari Majalengka juga," kata Hidayat.

 


(SUR)