Perampok Bersenjata Ubrak-Abrik Pabrik Konveksi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 17 Oct 2016 15:04 WIB
perampokan
Perampok Bersenjata Ubrak-Abrik Pabrik Konveksi
Ruang kantor yang diubrak-abrik pelaku perampokan pabrik konveksi. (Foto: MTVN/Octavianus)

Metrotvnews.com, Bandung: Sebuah pabrik konveksi di Kampung Cijamil, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, disatroni perampok.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, pelaku mendatangi pabrik bernama PT Karya Manunggal Lokal pada Senin (17/10/2016) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

"Pelaku masuk ke dalam gedung, dengan cara menjebol pagar kawat samping pabrik," ungkap Yusri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (17/10/2016).

Yusri menuturkan, pelaku berhasil masuk ke area pabrik dan langsung menodongkan golok kepada dua karyawan pabrik yang tengah tertidur di dalam mess pabrik.

"Selain itu, pelaku yang mengenakan penutup wajah ini juga sempat menodongkan alat seperti senjata api kepada dua Satpam yang sedang berjaga di dalam area pabrik," bebernya.

Selanjutnya, menurut yusri para korban diikat dengan menggunakan tali plastik.

"Menurut keterangan saksi, pelaku menjebol pintu masuk ruangan kantor dan mengacak- acak meja kantor," paparnya.

Yusri menjelaskan, hingga saat ini belum diketahui jumlah kerugian yang diderita oleh pemilik pabrik konveksi tersebut. Penghitungan kerugian menunggu TN, personalia sekaligus pemilik konveksi.

Sementara itu Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi menuturkan, adapun barang yang dibawa lari oleh pelaku dari ruangan personalia pabrik konveksi tersebut yaitu dua ponsel merk Samsung, satu kamera, satu buku tabungan dan satu notebook.

Menurut Ary, pelaku juga sempat mengambil ponsel milik Satpam.

"Hasil penyisiran sekitar lokasi TKP oleh anggota, telah ditemukan kembali HP milik petugas satpam pabrik diluar Pos Satpam," katanya.

Ary mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan alat bukti dan saksi dari lokasi kejadian.

"Sampai saat ini, kita sudah kumpulkan alat bukti dan meminta keterangan para saksi," pungkasnya.



(MEL)