Lipsus peringatan HUT RI

Kayu Plawad, Senjata Mpok Ris Usir Belanda dari Cipondoh

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 23 Aug 2018 14:05 WIB
73 Tahun Kemerdekaan RI
Kayu Plawad, Senjata Mpok Ris Usir Belanda dari Cipondoh
Tokoh masyarakat Cipondoh, Mualim. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Tangerang: Mpok Ris, seorang pejuang perempuan yang kerap berada di barisan depan saat melawan prajurit Belanda. Mpok Ris melawan penjajah Belanda yang berpusat di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, pada sekitar tahun 1930.

Tokoh masyarakat Cipondoh, Mualim mengatakan, Mpok Ris merupakan keturunan dari salah seorang pendekar atau jawara yang juga tersohor di Tangerang.

Dengan jiwa sosial yang tinggi, Mpok Ris tidak pernah tinggal diam saat melihat perlakuan penjajah Belanda yang kerap mengambil paksa hasil tani warga.

"Karena Mpok Ris geram dengan Belanda yang menjarah semua hasil tani, yaitu beras milik masyarakat Cipondoh tanpa diberi kompensasi apa-apa. Semua hasil tani itu pun dikumpulkan di tempat penyimpanan barang di wilayah Cipondoh. Mpok Ris menantang itu semua dan berusaha membela rakyat kecil," kata Mualim saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 23 Agustus 2018.

Baca: Suara Lantang Nyimas Melati Usir Penjajah Belanda

Mualim menjelaskan, untuk membekali dirinya, Mpok Ris tidak pernah berhenti berguru kepada sejumlah pendekar. Menurut Mualin, Mpok Ris sempat belajar silat kepada sejumlah pendekar asli Betawi dan ahli bela diri asal Tiongkok.

Tidak hanya berbekal ilmu bela diri, Mpok Ris juga mempunya senjata andalan untuk memukul mundur penjajah Belanda. Bukan keris atau golok, Mpok Ris hanya membekali dirinya dengan sebatang pohon sejenis tebu yang disebut pohon Plawad.

"Mpok Ris punya senjata khasnya yaitu sebatang kayu pohon Plawad atau sejenis pohon tebu. Ia enggak pernah takut lawan Belanda yang menggunakan senjata api. 
Mpok Ris bisa buat tentara Belanda kalah hanya sekali menebaskan kayu Plawad itu. Bahkan, tentara Belanda takut jika berhadapan dengannya. Berkat Mpok Ris juga Belanda mundur dari Cipondoh," jelas Mualim.

Baca: Nyimas Melati, 'Singa Betina' Banten Pengusir Penjajah


(DEN)