ASN di Pemkot Bandung Wajib Transaksi dengan Smart Card

Roni Kurniawan    •    Senin, 13 Aug 2018 10:33 WIB
transaksi non tunai
ASN di Pemkot Bandung Wajib Transaksi dengan <i>Smart Card</i>
Seorang PNS menunjukkan kartu Bandung Smart Card, Senin 13 Agustus 2018, Medcom.id - Roni Kurniawan

Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikan Bandung Smart Card sebagai alat transaksi non tunai pada Senin 13 Agustus 2018. Pria yang akrab disapa Emil itu mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung menggunakan kartu elektronik tersebut.

"Khusus untuk keluarga besar Pemkot Bandung, ASN, koperasi, dunia pendidikan, pastikan transaksi bayar-bayar apapun itu jangan pakai tunai lagi," ujar Emil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin 13 Agustus 2018.

Emil menuturkan, penetapan transaksi non tunai di lingkungan Pemkot Bandung dilakukan secara bertahap. Mulai dari membeli kebutuhan pokok atau sembako di setiap koperasi di Kota Bandung.

"Iya makanya di koperasi tadi ASN biasa beli sembako biar murah di koperasinya sendiri. Kita akan wajibkan dengan smart card," sambungnya.

Emil menuturkan, kartu tersebut sebagai bukti identitas Kota Bandung yang tengah menggiring seluruh transasi dilakukan secara non tunai meski tak memiliki keunggulan di bandingkan kartu debit non tunai lainnya.

"Sebagai pimpinan daerah ikut berkewajiban mengkampanyekan masyarakat non tunai melalui Bandung Smart Card," tuturnya.

Sebanyak 8 bank bekerjasama dengan Pemkot Bandung agar warga bisa mendapatkan dan menggunakan kartu tersebut yakni BCA, BRI, BNI, BJB, BTPN, Mandiri, Mega, dan BWS. "Setelah lama sinkronisasi hanya satu atau dua bank, sekarang sudah 8 bank yang semuanya siap dan akan memasyarakatkan kegiatan transaksi non tunai," pungkasnya.



(RRN)