Warga Sukabumi Diduga jadi Korban Perdagangan Manusia di Malaysia

Antara    •    Rabu, 05 Sep 2018 18:37 WIB
perdagangan manusia
Warga Sukabumi Diduga jadi Korban Perdagangan Manusia di Malaysia
Ilustrasi: Perdagangan manusia. Foto: MTVN/Syahmaidar.

Sukabumi: Entin Sutini, warga Kampung Kadupugur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga menjadi korban perdagangan manusia ke Selangor, Malaysia.

Neneng Wulan, warga Pangsapuri Seri Jasa Blok A 01-03, Taman Sungai Besi Indah, Seri Kembangan Belakong, Selangor, Malaysia menemukan Entin dalam kondisi kebingungan.

"Saya menemukan anak berusia 16 tahun yang tersesat di daerah Selangor dan kebingungan, ternyata setelah ditanya perempuan ini warga Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung," kata Neneng melalui pesan singkat, Rabu, 5 September 2018.

Neneng menjelaskan, dirinya yang juga berasal dari Sukabumi merasa harus menolong Entin.

Menurut Neneng, Entin bisa masuk ke Malaysia karena dibawa oleh orang yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook. Awalnya gadis belia ini
ditawari bekerja di DKI Jakarta, namun ternyata dibawa ke Malaysia.

Menurut Neneng, kondisi Entin saat pertama ditemukan sangat memprihatinkan. Diapun memutuskan untuk menampung sementara gadis ini di rumahnya yang ada di Selangor.

Selain itu, Entin pun dibantu untuk membuat video aduan agar bisa kembali lagi pulang ke kampung halamannya di Sukabumi.

Setiap harinya, anak putus sekolah ini menangis dan ingin pulang ke keluarganya. Karena itu pihaknya mencoba menghubungi wartawan melalui pesan inbox di Facebook.
Diharapkan Pemkab Sukabumi bisa membantu memulangkannya.

"Mudah-mudahan ada jalan keluarnya agar anak ini bisa segera pulang ke keluarganya di
Indonesia," pungkas Neneng.

Di tempat terpisah, ayah Entin bernama Oden mengatakan, awalnya Entin minta
izin untuk bekerja di Cengkareng, Jakarta Barat, untuk menjadi pengasuh bayi. Dia pun sempat mengantarnya hingga Pasir Malang.

"Anak saya membawa baju cukup banyak karena pastinya akan tinggal di Jakarta untuk menjadi baby sitter, ternyata saya mendapatkan informasi dari wartawan, Entin sekarang malah ada di Malaysia," ungkap Oden.


(DEN)