Emil: Ibu Minta Saya Urus 45 Juta Manusia

Mustholih    •    Jumat, 27 Oct 2017 19:35 WIB
pilgub jabar 2018
Emil: Ibu Minta Saya Urus 45 Juta Manusia
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan wawancara. Foto: MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Semarang: Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengungkap fakta mengejutkan di balik alasannya maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Kang Emil, sapaan Emil, menyatakan bahwa ibunya, Tjutju Sukaesih, sebagai sosok kunci atas keputusan politiknya di Jawa Barat.

"Ibu saya menyuruh cukup (jadi) Wali Kota. Sekarang (ibu) suruh urus pantai, hutan, desa. Sekarang saya maju menjadi Gubernur urus 45 juta manusia," kata Emil saat mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 27 Oktober 2017.

Emil optimistis bakal maju sebagai salah satu kandidat Calon Gubernur Jawa Barat. "Saya punya rumus khairunnas man anfa'uhum linnas," ujar Ridwan mengutip kalimat berbahasa arab yang artinya sebaik-baik manusia adalah manusia yang mampu memberi manfaat bagi sesama.

Emil bilang waktu empat tahun sebagai Wali Kota Bandung sudah cukup menjadi modal dirinya membangun Jabar ke depan. Di Kota Bandung, emil mengklaim sudah membangun pondasi yang kuat bagi penerus-penerusnya. 

"Saya sudah membangun pondasi yang benar untuk Wali Kota-wali Kota selanjutnya," jelas Ridwan Kamil.

Baca: Golkar Duetkan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien

Selama menjadi Wali Kota Bandung, Emil mengklaim berhasil membuat perubahan-perubahan positif. Menurut Ridwan Kamil, warga yang betah tinggal di Bandung meningkat menjadi 96 persen, warga yang merasa bahagia tembus 80 persen, dan kinerja birokrasi menjadi terbaik nomor satu se-Indonesia. 

"Tapi saya dengan kerendahan hati hendak mengatakan problem di Bandung juga masih banyak," ujar Ridwan Kamil tanpa berbicara secara detail.

Di depan ratusan mahasiswa Undip, Emil juga turut berbagi tips tentang kepemimpinan. Menurutnya mahasiswa Undip harus rajin berorganisasi apabila ke depan ingin menjadi pejabat publik. 

"Kepemimpinan lahir dari pengalaman maka rajin-rajinlah berorganisasi. Jadilah aktivitas komunitas, bikin gerakan pro-sosial, lingkungan, atau politik," tegas Emil. 





(ALB)