BPBD Kabupaten Bogor Belum Kantongi Data Korban Gempa

Rizky Dewantara    •    Jumat, 26 Jan 2018 22:09 WIB
gempagempa bumi
BPBD Kabupaten Bogor Belum Kantongi Data Korban Gempa
Tim gabungan dari Polri, TNI, dan instansi pemerintah lain membawa bantuan ke warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang sulit diakses. Dok: Polres Bogor

Bogor: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor belum tuntas mendata jumlah korban bencana gempa di Lebak, Banten, yang terjadi Selasa, 23 Januari 2018. Mereka berdalih data dari petugas lapangan belum diakumulasi, baik materil maupun jiwa.

"Saat ini masih dalam proses dan masih menunggu petugas dilapangan belum kembali," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) BPBD Kabupaten Bogor Sumardi saat dihubungi Medcom.id untuk dikonfirmasi soal data korban jiwa dan harta, Jumat, 26 Januari 2018.

Pemerintah Daerah (Pemkab) Bogor hingga saat ini belum menetapkan status darurat bencana akibat gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) tersebut. "Kami masih koordinasi dahulu," tandasnya sebelum memutus percakapan.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi mengaku geram atas lambatnya penanganan bencana di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Seharusnya BPBD Kabupaten Bogor lebih dahulu memberikan perhatian dan informasi kepada korban bencana.

Tak hanya kalah cepat ketimbang tim gabungan Polres Kabupaten Bogor soal pengiriman bantuan, data pun masih simpang siur.

(Baca: Korban Gempa di Bogor Trauma)

"Harusnya penanganan bencana dilakukan cepat dan sistematis. Ini untuk jumlah saja masih simpang siur. Jika terkait anggaran, Pemkab Bogor bisa gunakan dana taktis sehingga tidak ada alasan untuk terlambat," ungkapnya kepada Medcom.id.

 


(SUR)