Komitmen Polisi untuk Melindungi Ulama

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 26 Feb 2018 06:14 WIB
kekerasan
Komitmen Polisi untuk Melindungi Ulama
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Pondok Pesantren Nurul Iman, Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Minggu, 25 Desember 2018. Foto: Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno.

Bandung: Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menegaskan siap menjaga ulama-ulama yang ada di Kota Bandung. Hendro menjamin tidak akan ada lagi tindak pidana yang menyasar ulama.

"Siapa yang menyentuh ulama mengganggu ulama, maka akan berhadapan dengan kita (polisi)," kata Hendro di hadapan peserta Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bandung, di Pondok Pesantren Nurul Iman, Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Minggu, 25 Desember 2018.

Hendro menjelaskan, pihaknya akan memberikan rasa aman kepada ulama di kota Bandung dan akan menindak tegas secara hukum kepada siapapun yang menggangu ulama di Kota Bandung.

"Komitmen saya kepada ulama untuk memberikan perlindungan dan siapapun yang menggangu ulama akan kami tindak," jelas Hendro.

Menurutnya, arahan dan instruksi kepada seluruh jajaran agar terus menjalin koordinasi dengan ulama di setiap wilayah Kota Bandung, telah diberikan. 

"Saya sudah intruksikan kepada seluruh jajaran Saya untuk selalu bergandengan tangan dengan ulama guna menjaga keutuhan ketentraman umat di wilayah Kota Bandung," tandasnya.

Sementara itu Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bandung, Abdul Rozak menyambut baik komitmen kepolisian tersebut.

Dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Banser di setiap kecamatan Kota Bandung, agar senantiasa berkoordinasi bersama polisi untuk menjaga ulama yang ada di wilayahnya.

"Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh kader BANSER di tiap kecamatan untuk menjaga ulama. Kita semua berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini yah. Ulama itu harus dijaga agar bisa tenang dalam mengajar guna menciptakan generasi-generasi yang baik kedepan," ungkap Rozak.


(DEN)