PWNU Jabar Kecam Insiden Penganiayaan Kiai di Cicalengka

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 28 Jan 2018 10:57 WIB
penganiayaan
PWNU Jabar Kecam Insiden Penganiayaan Kiai di Cicalengka
Ilustrasi kekerasan. Antara.

Bandung: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat mengecam keras atas pemukulan yang dilakukan oleh oknum terhadap Pengasuh Pesantren Al-Hidayah Santiong, Kecamatan Cicalengka. Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sekretaris PWNU Jabar, Asep Saepudin Abdillah mengatakan, pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada kepolisian dalam mengusut kekerasan terhadap KH Umar Basri terebut.

"Kita percayakan kepada pihak kepolisian yang sedang menangani masalah ini, selain itu investigasi internal juga dilakukan oleh PWNU dan GP Ansor Kabupaten Bandung," kata Asep saat dihubungi Medcom.id, Minggu 28 Januari 2018.

Baca: Pemimpin Ponpes di Cicalengka Dianiaya Orang tak Dikenal

Asep menyayangkan insiden tersebut bisa menimpa ajengan Umar, terlebih lagi penyerangan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut dilakukan ketika korban tengah berada di dalam masjid.

"Jelas kami mengutuk keras, tindakan-tindakan kekerasan terhadap siapa pun, apalagi kepada Kyai sebagai tokoh masyarakat, jelas ini tidak dapat dibenarkan," jelas Asep.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai keadaan Kiai Umar saat ini menurutnya sudah ada perkembangan yang baik, kesehatannya berangsur pulih. "Perkembangannya positif, tadi sore sudah dapat berkomunikasi dengan para tamu yang melayat," kelas Asep.

Sementara itu Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan mengatakan, kejadian penganiayaan tersebut murni tindak kriminal, hingga saat ini polisi masih melakukan identifikasi pelaku penganiayaan tersebut.

"Pelaku ini tidak menggunakan benda-benda apapun, dia melakukan pemukulan dengan tangan kosong ketika Pak kiai sedang wirid di dalam masjid," ungkap Asep.


(DEN)