Harvino Gantikan Kopilot tak Berlisensi Seri Max-8

Farhan Dwitama    •    Jumat, 02 Nov 2018 15:49 WIB
Lion Air Jatuh
Harvino Gantikan Kopilot tak Berlisensi Seri Max-8
Lion Air JT610 menggunakan Boeing Max-8. Dok: Lion Group/Boeing

Tangerang: Yelal F, rekan kopilot Harvino, mengaku kaget mendengar kabar Lion Air JT610 PK-LQP tujuan Pangkal Pinang, Bangka Belitung, jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018. Dia menyebut Harvino seharusnya terbang ke Malang, Jawa Timur.

"Rekannya yang berganti dengan Harvino karena tak ada license (izin) untuk menerbangkan jenis 737 Max-8. Sedangkan Harvino sudah punya," ungkap Yelal di kediaman Harvino, Komplek Perumahan Serpong Green Park 2, Tangerang Selatan, Jumat, 2 November 2018.

Walau memiliki perangkat lebih canggih, penerbang harus memiliki izin terbang khusus untuk menggunakan pesawat seri anyar ini. Mengubah jadwal penerbang pada jenis pesawat berbeda sudah biasa.

Baca: Arus Bawah Laut Samarkan Jejak Lion Air PK-LQP

Penerbang yang berlisensi Boeing tipe NG memang leih banyak ketimbang tipe Max.

"License penerbang Max sudah banyak juga ada sekitar 60 persen dari pilot Lion Air, tapi 40 persen masih belum. Ada training untuk upgrade license ke Max, dan Harvino sudah memiliki," ucapnya.

Boeing 737 Max-8 merupakan pesawat keluaran terbaru pabrikan Amerika Serikat. Pesawat itu hadir setelah Boeing mengenalkan seri NG.

Tipe Boeing ini diakuinya lebih canggih dari generasi sebelumnya.

"Memang saya rasakan lebih mudah, enak ya. Bahan bakarnya lebih hemat, instrumennya lengkap, navigasi dan sistemnya lebih canggih," katanya.



 


(SUR)