Pembunuhan di Bekasi

HS Dikenal Jarang Bersosialisasi

Antonio    •    Jumat, 16 Nov 2018 10:54 WIB
Pembunuhan di Bekasi
HS Dikenal Jarang Bersosialisasi
Kontrakan Ammera di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 15 November 2018. Medcom.id/ Antonio.

Bekasi: HS, tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, pernah mengelola kontrakan dan toko kelontong yang kini dikelola korban. Kontrakan dan toko tersebut diketahui berada di Jalan Bojong Nangka, Jatirahayu, Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Mastaufik, petugas keamanan di Sekolah Nasional Satu (Nasa) mengenal HS. Karena, sekolah tempatnya bertugas tersebut berada sekitar 10 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dirinya kaget melihat wajah HS di pencarian daring. "Jadi sebelum almarhum (kelola) memang HS dulu, HS yang mengelola kontrakan dan warung juga. Jadi almarhum setelah HS,” kata dia di Bekasi, Jumat, 16 November 2018.

HS sempat tinggal di rumah tersebut sebelum keempat korban. Kepribadian HS sangat berbeda jauh dengan korban.

Baca: Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Ditahan

HS dikenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Dia selalu berada di dalam rumah. Tapi HS dan Mastaufik kerap bertegur sapa.

"Kesehariannya enggak kaya almarhum, dia selalu di dalam. Sosialisasinya kurang, paling menyapa ala kadarnya saja. Kalau almarhum baiknya enggak bisa dinilai," ujarnya.


Mastaufik, petugas keamanan Sekolah Nasional Satu (Nassa) yang dekat dengan tempat tempat kejadian perkara pembunuhan satu keluarg di Bekasi, Jawa Barat. Antonio/Medcom.id


HS kini ditahan. Dia mengakui semua perbuatannya saat diperiksa di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya.

"Status HS sudah tersangka sejak tadi malam," Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta Selatan, Jumat, 16 November 2018.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Dendam


(SUR)