Korban First Travel Berharap Dapat Tetap Bisa Umrah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 29 Aug 2017 20:04 WIB
kemelut first travel
Korban First Travel Berharap Dapat Tetap Bisa Umrah
Kantor First Travel di Kota Bandung, MTVN - Octa

Metrotvnews.com, Bandung: Warga yang mengaku menjadi korban penipuan perusahaan perjalanan umrah First Travel berharap ada solusi. Sebagian besar mereka berharap dapat tetap melakukan ibadah umrah.

Hal itu disampaikan Jafar Sidik yang mengaku mewakili warga calon jemaah umrah First Travel. Jafar pun melaporkan hal tersebut ke Polrestabes.

"Uang itu, kan memang sudah dialokasikan, untuk pergi umrah jadi mudah - mudahan bisa pindah ke rekanan travel lain atau di take over lalu di cicil oleh First Travel," kata Jafar melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Selasa 29 Agustus 2017.

Jafar mengatakan ia sudah mendapat informasi Polrestabes membentuk posko pengaduan untuk korban First Travel. Posko bertugas mendata korban lalu melimpahkannya ke Mabes Polri yang tengah menangani kasus tersebut.

"Kemarin kami sudah meminta data ke perusahaan first travel yang di Bandung, namun karyawan lama sudah resain kepala cabangnya juga sekarang pegawai yang baru tidak bisa membuka data, jadi kita laporan ke polisi mudah mudahan ada data berapa korban Jamaah di Bandung," bebernya.

Pria berusia 52 tahun ini, mengaku sedih tidak bisa menjalankan ibadah umroh, sedangkan uang yang telah dikumpulkan selama beberapa tahun telah disetorkannya ke manajemen first travel.

"Saya setorkan Rp66 juta lebih untuk biaya umrah saya dan empat orang keluarga, sedih yah uang itu saya kumpulkan eh malah ga jadi," ucapnya.

Hingga saat ini, kantor FIRST travel yang berlokasi di Jalan Terusan Jakarta arah Kiaracondong Bandung, sudah tutup total.

"Yang saya tahu, sekarang sudah tutup sebulan ini tidak buka," pungkasnya.

Kurang lebih 140 orang jamaah menjadi korban penipuan travel umroh First Travel mereka tergabung dalam satu grup di media sosial dan telah melapor ke Polrestabes Bandung, untuk selanjutnya langsung ditangani oleh Mabes Polri.


(RRN)