Satu Orang Ditetapkan Tersangka Pembakaran Merah Putih

Antara    •    Jumat, 18 Aug 2017 13:10 WIB
hut rihut kemerdekaan
Satu Orang Ditetapkan Tersangka Pembakaran Merah Putih
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Cibinong: Kepolisian Resor Bogor menetapkan seorang pengajar Ponpes Ibnu Masud Bogor berinisial M, 17, sebagai tersangka pembakaran umbul-umbul merah putih. Pembakaran umbul-umbul itu dilakukan jelang perayaan HUT ke-72 Republik Indonesia (RI), Rabu 16 Agustus sekira pukul 20.30 WIB.

"Motifnya yang bersangkutan mengaku anti NKRI. Jadi marah sedang nonton televisi melihat bendera atau umbul-umbul sebagai representasi Negara Indonesia kemudian yang bersangkutan bakar," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika Gading di Polres Bogor, Jumat 18 Agustus 2017.

Kapolres mengungkapkan, sebelumnya tersangka M pernah terkait masalah teror, sehingga membuat masyarakat resah. Puncaknya, warga mendatangi ponpes pada Kamis 17 Agustus sekitar pukul 14.00 WIB karena ada pembakaran umbul-umbul di pagar ponpes yang ternyata dilakukan oleh M pada Rabu malam 16 Agustus.

Dari lokasi Ponpes di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kepolisian mengamankan 28 orang orang lainnya sebagai saksi dari pihak pesantren dan lingkungan sekitar untuk pendalaman kasus.

Setelah pemeriksaan, kata Andi, beberapa orang saksi dari lingkungan sekitar dan santri yang diamankan akan segera dipulangkan agar bisa melakukan aktifitas seperti biasa.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan tokoh agama dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penyeledikan lebih lanjut terkait izin bangunan pesantren dan izin lembaga pesantren.

AKBP Dicky menyatakan anggota Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Bogor akan terus mengamankan area pesantren hingga batas waktu yang menjadi perjanjian pihak ponpes dengan warga selama satu bulan untuk meninggalkan daerah tersebut.

"Kami akan amankan terus. Kemarin perjanjiannya begitu tapi kita lihat perkembangannya bagaimana," jelasnya.

Untuk tersangka M, kata Andi, dijerat Pasal 66 jo 24 huruf A UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negera serta Lagu Kebangsaan, dan atau Pasal 406 KUHP 2 tahun 8 bulan dan atau 187 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta.

Sementara itu Kepala Desa Sukajaya Wahyudin Sumardi mengatakan karena niat baik panitia kemeriahan HUT RI Ke-72 daerah setempat mendatangi pihak pesantren untuk memasang umbul-umbul ditolak kemudian berinisiatif tetap melakukan pemasangan kemudian dibakar menyebabkan warga marah.

Hal tersebut juga dipicu aktifitas pesantren yang selama ini tertutup dan tidak membolehkan pengurus maupun warga mengakses area dalam pesantren.

Ia juga menyampaikan bahwa ponpes tersebut memang sudah lama terlihat dipantau aparat sejak berdiri pada tahun 2011. Sejak awal ponpes tidak pernah melakukan izin lingkungan kepada pihak desa setempat.

Oleh sebab itu, warga meminta pihak pesantren meninggalkan area tersebut terhitung satu bulan sejak kejadian atau pada Jumat 17 Agustus dan telah disepakati pihak ponpes. "Warga munggu perkembangan satu bulan ini," kata dia.


(ALB)