PBB Selalu Bayar, Rumah Tetap Dibongkar

Roni Kurniawan    •    Kamis, 06 Oct 2016 16:00 WIB
penertiban
PBB Selalu Bayar, Rumah Tetap Dibongkar
Bangunan yang diduga tumbuh liar di atas lahan Pemkot Bandung sudah rata dengan tanah. Foto: Metrotvnewsc.com/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Warga Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, kini bingung harus tinggal di mana setelah bangunan tempat tinggal mereka dibongkar aparat.

"Enggak ada sama sekali (pemberitahuan) untuk mengosongkan rumah. Ini maen bongkar. Terus kita mau tinggal di mana? Pinggir jalan?" ujar Susi, warga Kelurahan Kebonwaru, yang rumahnya terkena penggusuran, Kamis (6/10/2016).

Puluhan aparat dari Satpol PP, kepolisian, dan TNI membongkar rumah warga pada pagi tadi. Pembongkaran dilakukan karena warga mendirikan bangunan di atas tanah milik Pemerintah Kota Bandung.

Susi sadar telah mendirikan bangunan di atas lahan milik Pemkot Bandung, tapi dia tak rela dengan proses pembongkaran yang tanpa ada imbauan terlebih dulu untuk mengosongkan rumah.

Saat akan dibongkar, warga sempat mencoba menghalau. Nihil. Aparat tetap mengeksekusi 30 bangunan semipermanen yang berdiri di sana.

Susi juga kecewa pasalnya warga di sana rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). "Kita bayar PBB. KTP kami juga Bandung. Masa Pak Wali (Ridwan Kamil) mau usir warganya. Di mana hati nurani dia?" kata Susi.

Ia berharap Pemkot Bandung memberikan ganti rugi selayaknya atas kepemilihan bangunan. Namun, hal itu tak digubris.

Kasatpol PP Kota Bandung Eddy Marwoto mengatakan Pemkot Bandung sebelumnya telah menyiapkan dana kerohiman untuk setiap kepala keluarga Rp5 juta. Namun, kata Eddy, warga yang memutuskan bertahan menolak karena jumlahnya tak sesuai.

"Sudah beberapa kali ditawarkan, tapi mereka ingin ganti rugi yang tidak masuk akal," kata Eddy. Akibat pembongkaran ini, sebanyak 55 kepala keluarga kebingungan mencari tempat tinggal. 



(UWA)