Indonesia tak Ajukan Klaim Ganti Rugi Sampah Antariksa Jatuh di Sumenep

Roni Kurniawan    •    Jumat, 07 Oct 2016 17:26 WIB
pesawat jatuh
Indonesia tak Ajukan Klaim Ganti Rugi Sampah Antariksa Jatuh di Sumenep
Director comercial sales SpaceX saat melihat bongkahan dari roket Falcon 9 di Kantor LAPAN, MTVN - Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Indonesia tak mengajukan klaim setelah bongkahan roket jatuh di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Padahal, bongkahan roket itu menimpa dan merusak sebuah kandang sapi milik warga.

Bongkahan roket itu milik perusahaan Amerika Serikat SpaceX. Director Comercial Sales SpaceX, Ryan Wiltshire, telah mengambil empat objek itu di Kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat 7 Oktober.

Kepala LAPAN Thomas Djalaludin mengaku, Indonesia bisa saja mengajukan klaim. Itu sesuai dengan hukum internasional. "Biasanya, yang memberikan ganti rugi adalah perusahaan yang punya barang. Itu menurut hukum internasional," kata Thomas.

Tapi nilai kerugian akibat empat objek yang jatuh di Sumenep itu tidak besar. Sehingga penanganannya dilakukan secara lokal.

"Jadi tak ada klaim ganti rugi," lanjut Thomas.

Kepala Bagian Humas LAPAN Jasyanto mengatakan, tak mengetahui nilai kerugian atas kejadian tersebut. Namun, kata Jasyanto, Polres Sumenep sudah membantu warga yang kandangnya rusak tertimpa sampah antariksa tersebut.

Sementara itu, Ryan, utusan dari SpaceX tak berkomentar mengenai kejadian itu. Ia hanya bertugas mengambil dan membawa sampah antariksa itu ke Amerika Serikat.

Pada 26 September, warga Desa Lombang, Sumenep, geger lantaran sebuah benda jatuh menimpa sebuah kandang sapi. Benda tersebut berbentuk tabung dan berwarna hitam.

Baca: Polres Sumenep Identifikasi Empat Benda Jatuh dari Angkasa

Bukan hanya satu, tapi empat benda yang jatuh di wilayah Sumenep. Polres Sumenep mengamankan dan menyelidiki empat benda tersebut.

Semula isu yang berkembang menyebutkan empat objek itu bagian dari pesawat yang jatuh di Sumenep. Namun, otoritas Bandara Trunojoyo memastikan benda-benda itu bukan bagian dari pesawat. Otoritas bandara pun menegaskan tak ada pesawat jatuh di wilayah tersebut.


(RRN)