20 Masih Hilang, 34 Meninggal Akibat Banjir Garut

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 26 Sep 2016 13:38 WIB
banjir bandang garut
20 Masih Hilang, 34 Meninggal Akibat Banjir Garut
Petugas TNI mencari korban bencana banjir bandang usai meluapnya aliran sungai Cimanuk di Lapangparis, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, Sabtu (24/9/2016). Foto: Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Bandung: Koordinator dan Humas Protokoler, Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung, Joshua Banjarnahor, mengatakan hingga hari kelima usai banjir bandang di Garut, Jawa Barat, terdata ada 34 jenazah yang ditemukan.

"Tiga di antaranya belum teridentifikasi apakah meninggal karena banjir bandang atau bukan," kata Joshua saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin (26/9/2016).

Joshua menuturkan pencarian masih terus dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri, relawan, BPBD, dan SAR. Masih ada 20 orang yang dinyatakan hilang.

Petugas gabungan membagi tiga sektor pencarian korban, yakni Sektor Lapangan Paris, Sektor Waduk Jati Gede, dan Sektor Bendungan Copong.

"Ada delapan alat berat yang kita gunakan hari ini, yaitu Escavator Spider milik Basarnas, alat berat milik Zipur, dua unit alat berat milik Bina Marga, alat berat milik Kodim 0611 Garut, dua unit alat berat milik TNI AD, dan alat berat milik BBWS Cirebon," kata dia.

Sedangkan untuk kendaraan operasional dan peralatan pendukung lainnya, ada satu truk Angkut ATV, satu truk personil, dua rescue compartment, satu rescue D-Max, satu commob, dua ATV, palsar ekstrikasi, empat LCR, serta alat komunikasi.

Dandim 0611 Garut, Letkol Arm Setyohani Susanto, mengatakan fokus utama hari ini adalah mencari korban hilang.

Rencananya, area pencarian akan diperluas ke beberapa daerah yang disinyalir jadi lokasi hanyutnya para korban. Selain itu, pembersihan puing-puing sisa bencana juga akan dilakukan.

"Karena sudah memasuki hari kelima, sehingga perlu penanganan lebih serius. Kami harus memperhitungkan potensi kemungkinan terhadap penyakit. Kita perlu betul-betul fokus menyingkirkan puing-puing akibat bencana," paparnya.

Setyohani mengatakan tim medis akan dikerahkan lebih banyak. Tenaga psikiater juga akan dilibatkan untuk menghilangkan trauma bagi korban, terutama anak-anak.

 


(UWA)