Kuasa Hukum Novanto Diminta Tidak Lebay

Ahmad Rofahan    •    Minggu, 19 Nov 2017 09:53 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Kuasa Hukum Novanto Diminta Tidak Lebay
Maman Imanulhaq (baju putih) saat diskusi menoropong Jabar dari Pantura.

Cirebon: Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Maman Imanulhaq, meminta kepada pengacara Setya Novanto untuk tidak lebay dalam memberikan pernyataan atau membela kliennya.

Menurut Maman, Fredrich Yunadi terlalu berlebihan dalam membela Novanto, sehingga pernyataannya tersebut terkesan lebay.

"Sampai keluar istilah Bakpao segala," ujar Maman, usai menghadiri dialog politik Meneropong Pantura dari Jabar, di Cirebon, Sabtu 18 November 2017.

Maman mewakili MKD, meminta kepada Novanto untuk bisa mengikuti proses hukum dengan baik. Menurut Maman, MKD sangat mendukung proses pemberantasan korupsi yang terus digalakkan oleh pemerintah.

"Namun hak sebagai warga negara juga, perlu diperhatikan," kata Maman.

Baca: Kuasa Hukum Novanto Bakal Koordinasi dengan Komnas HAM

Maman mengatakan, ia mengenal Novanto secara pribadi. Menurutnya, Novanto adalah sosok yang taat dengan hukum. Ia juga cukup merasa aneh dengan beberapa peristiwa yang terjadi saat ini.

"Oleh karena itu, saya juga minta konsultan hukum Novanto mengikuti proses hukum yang ada," kata Maman.

Selain itu, Maman juga meminta kepada masyarakat, untuk tidak lagi menyebarluaskan meme-meme yang cukup menyudutkan Novanto. Karena menurutnya, hal tersebut jauh dari rasional.

"Saya harap masyarakat tidak lagi membuat dan menyebarluaskan meme Novanto," kata Maman.

Sementara itu, dihubungi Metrotvnews.com secara terpisah, Fredrich menanggapi santai kritikan-kritikan yang dialamatkan kepadanya. Ia malah balik menuding pihak-pihak yang mengkritiknya tidak mengerti hukum. 

"Saya hanya menjalankan sesuai dengan profesi saya, sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan saya rasa mereka-mereka yang kritik, saya yakin kurang memahami hukum," ungkap Fredrich. 

Selain itu, tambah Fredrich, persoalan benar atau tidaknya Novanto kecelakaan hanya bisa dibuktikan oleh kepolisian. Apalagi, kata dia, kepolisan juga sudah menyebut insiden yang menimpa Novanto murni kecelakaan. 

"Mereka profesinya apa? Dan apakah sekarang bisa melampaui instansi yang berwenang? Polisi juga sudah menyatakan ini murni kecelakaan," tegasnya. 

Baca: Pengacara Sebut Kondisi Novanto Masih Lemah

Setya Novanto mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat pada Kamis, 16 November 2017. Insiden tersebut terjadi saat Novanto dalam perjalanan ke Metro TV untuk diwawancarai secara ekslusif.

Setelah wawancara tersebut, Novanto berencana menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah pada malam sebelumnya Novanto tiba-tiba menghilang dari rumahnya saat akan ditangkap KPK. Namun, di tengah perjalanan, mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1732 ZLO yang ditumpangi Novanto mengalami kecelakaan.

KPK sedianya juga sudah mengeluarkan surat penahanan terhadap Novanto. Namun, penahanan terhadap Ketua Umum Partai Golkar ini dibantarkan lantaran saat ini Novanto masih dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM). 


(ALB)