Elektabilitas Uu Ruzhanul Ulum Dinilai Tepat sebagai Pendamping Emil

Roni Kurniawan    •    Jumat, 10 Nov 2017 18:46 WIB
pilgub jabar 2018
Elektabilitas Uu Ruzhanul Ulum Dinilai Tepat sebagai Pendamping Emil
Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy (tengah) didampingi Waketum Amir Uskara (kanan) dan Ketua Bappilu M Mardiono (kiri) di Jakarta, Selasa 14 Juni 2017, ANt - M Agung Rajasa

Bandung: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) menyambut positif dukungan Partai Golkar untuk Ridwan Kamil (Emil) maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018 nanti. Ia optimistis dukungan itu memperkuat langkah Wali Kota Bandung itu memperebutkan kursi nomor satu di Jabar.

Romi mengatakan, semakin banyak partai yang mengusung, Emil diyakini akan memenangkan Pilgub Jabar 2018. "Insya Allah atas izin Allah, Kang Emil menang," cetus Romi di Universitas Islam Nasional (UIN) Bandung, Jumat 10 November 2017.

Namun diakui Romi kekuatan Emil ini harus ditopang oleh pendamping yang sesuai dengan keinginan warga Jabar. Ia menambahkan, masyarakat tatar Parahyangan ini sangat mendambakan sosok wakil gubernur yang agamais.

"Ini sangat penting, karena ke depan generasi muda milenial dan santri ini yang melengkapi warna rakyat Jawa Barat. Ini yang ke depan akan memungkinkan dapat dukungan dari masyarakat," urai Romi.

Romi pun menegaskan, PPP telah merekomendasikan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai pendamping Emil. Terlebih Uu merupakan jebolan santri dan memiliki basis suara di pondok pesantren terutama kawasan priangan timur seperti Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan Pangandaran. 

"Wakil Kang Emil mestilah wakil yang merepresentasikan santri milenial, itu ada di diri Kang Uu," katanya.

Faktor utama lainnya yang membuat PPP merekomendasikan Uu, lanjut Romi, hasil survei menunjukkan Uu ada pada posisi atas sebagai calon wakil gubernur.

"Kita dulu mengajukan Kang Asep (Maoshul) dan Kang Uu. Dua-dunya bekerja melakukan sosialisasi. Dan Kang Uu tertinggi. Bukan di antara sesama santri, tapi di seluruh wakil yang beredar. Jadi kita obyektif saja," bebernya.

Lebih lanjut dia katakan, kebutuhan akan sosok agamais untuk menjadi pendamping Emil ini telah disepakati oleh mitra koalisinya selaku pengusung pertama yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan PKB sebelum bergabungnya Golkar. Bahkan Romi sudah sering menjalin komunikasi dengan masing-masing ketua umum untuk memantapkan rencana tersebut.

"Bukan mendahului Tuhan, tapi survei. Surveinya adalah Kang Uu. Kemarin juga sudah disampaikan ke Pak Surya Paloh, dan dia setuju."

Disinggung keinginan Partai Golkar yang menduetkan Emil dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin, Romi menghargai itu. Namun, dia menegaskan bahwa partai koalisi pertama, tetap mengedepankan sosok agamais sebagai pendamping Emil.

"Belum ada pikiran Daniel diusung. Koalisi awal, NasDem, PKB, PPP lebih cenderung memasangkan (Emil dengan) santri," ujarnya.

Dia pun mengatakan, meski memiliki suara paling banyak, Partai Golkar tidak mutlak bisa mengajukan kadernya sebagai pendamping Emil. Calon wakil gubernur yang dipilih harus yang mampu memenuhi kebutuhan yang ada, meski tidak berasal dari partai terbesar.

"Kita bicara pilkada, bicara elektabilitas calon. Betapa tinggi parpol elektabilitasya, kalau dia tidak memiliki calon dengan elektoral baik, dia tidak akan bisa mengajukan siapa-siapa. Pilkada Jawa Barat menunjukkan itu, ada partai besar yang belum bisa mengajukan karena belum memiliki tokoh yang bisa mereka andalkan," pungkas Romi.


(RRN)