Gelombang Tinggi Melanda Pantai Selatan Jabar

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 20 Jul 2018 13:17 WIB
cuaca buruk
Gelombang Tinggi Melanda Pantai Selatan Jabar
Warga mencari bambu yang terhempas gelombang ombak tinggi di Pantai Marunda, Jakarta Utara. Foto: MI/Angga Yuniar.

Depok: Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Pangandaran, Jawa Barat (Jabar). Fenomena ini diramalkan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jabar Tony Wijaya memperkirakan gelombang laut maksimum dimulai hari ini. Untuk perairan selatan Jabar, tinggi ombak diperkirakan antara 3 hingga 5 meter.

"Untuk perairan utara Jabar masih stabil, ketinggian gelombang laut dari 0,50 hingga 1,25 meter," ucap Tony, Jumat, 20 Juli 2018.

Menurut dia, tingginya gelombang air laut di wilayah pantai selatan Jawa Barat adalah dampak dari badai siklon tropis ampil yang bergerak dari Filipina. Badai itu membawa peningkatan kecepatan angin hingga 20 km per jam di laut selatan Jawa.

Masyarakat di sekitaran pantai selatan Jawa Barat diharapkan tidak risau. Badai tersebut semakin lama mulai menjauh dari Indonesia. Fenomena ini diyakini tidak menyebabkan potensi bencana, seperti tsunami.

"Kita hanya terkena dampak tidak langsungnya, yaitu gelombang air laut tinggi. Tapi, tetap bagi nelayan harus waspada, terutama ketika melaut," jelas Tony.

Sementara itu, BMKG Pusat menuturkan peningkatan kecepatan angin timuran hingga 46 km per jam diperkirakan masih bertahan hingga 21 Juli 2018. Wilayah yang dilanda fenomena ini adalah Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, selatan Banten, Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, perairan Agast-Amamapre, Laut Banda, dan Laut Arafuru.





(OGI)