Suhu Dingin di Bandung Terjadi hingga September

Antara    •    Jumat, 06 Jul 2018 16:40 WIB
prakiraan cuaca
Suhu Dingin di Bandung Terjadi hingga September
Taman Alun-Alun Cicendo, salah satu tempat berekreasi bagi anak-anak di Bandung, Kamis 11 Januari 2018, Ant - Novrian Arbi

Bandung: Suhu Kota Bandung, Jawa Barat, mencapai titik minimum 16,4 derajat Celcius, pada Jumat, 16 Juli 2018. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi suhu dingin terjadi di sebagian wilayah Jabar hingga September 2018.

Prakirawan BMKG Klas I Bandung Iid Mujtahidin mengatakan suhu udara lebih dingin di musim kemarau. Musim dingin terjadi selama tiga bulan mulai Juni 2018.

"Selama periode itu, suhu lebih ringan dibandingkan periode musim hujan," ujar Iid di Bandung.

Iid mengatakan, dari pantauan alat pengukur suhu udara, suhu udara pada hari ini mencapai 16,4 derajat celcius. Kondisi kelembabannya relatif rendah pada nilai 38 persen.

Fenomena suhu dingin ini, kata dia, disebabkan ada dua faktor. Pertama di wilayah Benua Australia sedang terjadi musim dingin terutama puncaknya terjadi di antara bulan Juli, Agustus, September.

"Angin pasat tenggara atau timur yang bertiup dari Benua Australia membawa massa angin dingin hingga ke wilayah Jawa Barat," kata dia.

Faktor yang lainnya yakni di utara khatulistiwa tepatnya di sebelah timur laut Filipina tengah terjadi Taipun Maria. Sehingga kondisi angin yang melewati Jawa Barat relatif kencang dengan kecepatan berkisar antara 36-45 km/jam.

Badai Maria ini menyebabkan masa angin dingin Australia terbawa dengan cepat khususnya ke wilayah Jabar. Tak hanya itu, badan ini juga turut memengaruhi tinggi gelombang maksimum di pantai selatan Jawa Barat. Tinggi gelombang bisa mencapai empat meter dari Jumat hingga Sabtu.

"Kami imbau juga kepada nelayan untuk tidak melaut terlebih dahulu, atau masyarakat yang masih menikmati liburan di sekitar pesisir pantai untuk berhati-hati terutama di perairan sebelah selatan Jawa Barat," kata dia.

Sementara itu Kepala Bagian Humas BMKG Hary Titro Djatmiko mengatakan suhu dingin di Bandung masih dalam tatanan normal. "Saat ini memang berada di puncak musim kemarau (Juli-Agustus), ditandai  dengan suhunya lebih dingin, siang lebih panas, anginnya lebih kencang," kata Hary.

Menurut Harry, suhu di Bandung bukan yang terdingin. Sebab, suhu paling dingin terjadi di Bandung yaitu 12,4 derajat Celcius pada 1986. Sementara di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pernah mengalami suhu paling dingin yaitu 15 derajat Celcius, pada 1991.

Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus. Dengan indikator aktifnya monsun Australia. Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia.

Aliran massa dingin itu menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah Selatan garis khatulistiwa. Pengaruhnya mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Bali.

"Masyarakat diingatkan tidak perlu khawatir dan resah. Yang penting mempersiapkan diri menghadapi udara dingin ini," kata Hary.


(RRN)