Kiai Minta PKB Istiqomah Perjuangkan Pesantren

   •    Jumat, 21 Oct 2016 22:53 WIB
pesantren
Kiai Minta PKB <i>Istiqomah</i> Perjuangkan Pesantren
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat bertemu K.H. Hosen Muhammad di Cirebon, Jawa Barat. Foto: PKB

Metrotvnews.com, Cirebon: Ratusan kiai dan ajengan yang mengikuti acara Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa Madura di Pondok Pesanteren Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat meminta Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar untuk istiqomah memperjuangkan pesantren dan kaum santri.

Permintaan tersebut disampaikan para kiai dan ajengan seusai Cak Imin, panggilan Muhaimin, melakukan sowan dan tabarukan ke kediaman kiai khos (sepuh) Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Mahtum Hanan, Jumat 21 Oktober 2016.

Kedatangan Cak Imin ke sana didampingi ajengan Ponpes Arjowinangun Cirebon, K.H. Hosen Muhammad dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat Dedy Wahidi.

Menanggapi permintaan itu, Cak Imin mengaku siap. "PKB akan selalu mendengarkan permintaan dan instruksi kiai dan para ajengan. PKB akan istoqomah memperjuangkan pesantren dan kaum santri," kata dia, dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Cak Imin mengatakan persatuan ponpes (ittihadul maahid) sangat diperlukan untuk bertukar ilmu serta pengalaman. Pasalnya, ponpes memiliki karakteristik beragam, konsentrasi keahlian majemuk dan keilmuan keagamaan yang berbeda-beda. 

Perbedaan tersebut kemudian dipadukan Bahtsul Masail untuk membahas permasalahan keagamaan, hukum Islam, keumatan bahkan problematika aktual kemasyarakatan kebangsaan dan kenegaraan dengan cara atau tradisi dan kekhasan pesantren. 

"Inilah cara pesantren mengohesikan dirinya, mempersatukan berbagai keragaman mereka dalam sebuah forum yang bernama Bahsul Masail. Bahtsul Masail merupakan tradisi pesantren yang unik," tuturnya.

Di Bahtsul Masail, kata Cak Imin, metodologi istinbathul ahkam (metodologi klasik) digunakan. Namun, metode ini tetap mampu menjawab problematika kekinian. 

Ia menambahkan, di PKB setiap keputusan dan kebijakan politik juga atas dasar Bahtsul Masail. Tidak jarang para kiai dan penggerak PKB selalu membahas masalah kekinian perpolitikan, kebangsaan, dan kenegaraan Indonesia yang juga dilandasi pandangan berbasis tradisi kitab kuning.

"PKB merupakan satu-satunya partai yang sebagian besar langkah dan kebijakan politiknya banyak didasari dan berlandaskan hasil Bahsul Masail. Dalam menyusun RUU atau perda di DPR, banyak sekali UU yang diusulkan Fraksi PKB itu berdasar Bahtsul Masail," ujarnya.



(UWA)