Merah Putih Dibakar, Warga Mengamuk

Dede Susianti    •    Jumat, 18 Aug 2017 05:54 WIB
hut rihut kemerdekaan
Merah Putih Dibakar, Warga Mengamuk
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal

Metrotvnews.com, Bogor: Sebanyak 23 orang dari Pesantren Ibnu Masud yang berlokasi di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, dibawa polisi, kemarin sore. Mereka diperiksa atas pembakaran umbul-umbul merah putih yang diduga dilakukan salah seorang pengurus pesantren tersebut.

"Dibawa ke polres," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro, singkat.

Sebelumnya, ratusan warga sekitar mendatangi pesantren itu mulai Rabu malam 16 Agustus hingga keesokan paginya. Emosi massa tersulut begitu mendengar salah satu penghuni pesantren tersebut diduga membakar umbul-umbul merah putih milik warga.

Wahyudin Sumardi, Kepala Desa Sukajaya, yang ditemui di lokasi, mengatakan pembakaran diketahui pertama kalinya oleh warga yang tengah berkumpul di pangkalan ojek dekat pesantren. Pembakaran dilakukan pada Rabu sekitar pukul 20.30 WIB.

Kades mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa pelaku lari dan masuk ke area pesantren seusai membakar umbul-umbul. Akibat kejadian itu, warga pun ramai-ramai mendatangi pesantren tersebut malam itu juga.

"Warga marah karena lambang negara, merah putih kita, dibakar. Intinya pembakaran," ungkapnya.

Pengamanan pun dilakukan puluhan aparat kepolisian yang dilengkapi senjata. Bahkan kendaraan taktis barakuda disiagakan di lokasi.

Saat ditanyai, pengurus dari pesantren membantah ada anggotanya membakar umbul-umbul merah putih tersebut.

Seperti diungkapkan Idris, salah seorang pengurus Pesantren Ibnu Masud, kamera CCTV di sekitar pesantren telah merekam aksi pelaku tersebut.

"Kita tidak membakar. Itu terekam CCTV dan sekarang masih diselidiki. Itu tidak jelas apa orang dari pesantren atau bukan. Tunggu hasilnya saja," kata dia.

Sejak berdiri pada 2011, keberadaan pesantren itu dikenal tertutup di mata warga. Beberapa waktu lalu, pengurus pesantren pun menolak adanya pemasangan bendera Merah Putih. Selain itu, pengurus pesantren tersebut juga tidak bersedia ikut kegiatan perayaan HUT ke-72 RI.


(UWA)