Polda Jabar Musnahkan 67 Satwa Langka yang Diawetkan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 01 Nov 2016 15:59 WIB
hewan dilindungi
Polda Jabar Musnahkan 67 Satwa Langka yang Diawetkan
Ilustrasi. Foto: MI/Ferdian Ananda

Metrotvnews.com, Bandung: Puluhan satwa dilindungi yang sudah diawetkan, dimusnahkan jajaran Polda Jabar dengan cara dibakar. Kapolda Jabar, Irjen Pol Bambang Waskito, mengatakan satwa itu merupakan sitaan dari penyelidikan yang dilakukan Dit Tipiter Bareskrim Polri di wilayah Bandung dan Garut.

"Ini merupakan tindakan responsif kita terhadap perlindungan binatang-binatang yang dilindungi oleh UU. Karena ini juga merupakan atensi dunia, satwa langka memang harus dilindungi," kata Bambang, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa Kota Bandung, Selasa (1/11/2016).

Bareskrim Polri telah menetapkan satu tersangka, yakni AS yang diduga mengawetkan satwa-satwa langka ini. AS, kata Dit Tipiter Mabes Polri Brigjen Pol Purwadi Hariyanto, ditangkap pada 23 September 2016.

"Kami bergerak dengan BKSDA Jabar, Mabes Polri, dan Polda Jabar, serta instansi lain. Hasilnya, kami menyita 38 jenis binatang langka yang dalam bentuk kering," kata Purwadi.

Setelah pengembangan, ditemukan Sebanyak 67 jenis hewan dalam keadaan kering dan mati di kediaman AS. "Modusnya, AS mengambil hewan-hewan yang sudah mati dari kebun binatang Bandung dan Garut," kata dia.

Hewan langka yang diawetkan dan sudah dimusnahkan antara lain, empat harimau sumatera, satu kucing hutan, dua beruang madu, satu kepala beruang madu, satu binturong, satu penyu sisik, empat burung cendrawasih, dua nuri kepala hitam, dua burung bayan, dua potong tanduk rusa, dua burung kaswari opset, dua burung merak opset, dan dua burung elang opset.

Kemudian, satu lembar potongan kulit harimau sumatera, satu potong ekor harimau sumatera, satu potong telapak kaki harimau sumatera, sembilan kuku beruang, dua potong kulit buaya muara, satu kulit siamang, dua kulit owa jawa, lima kulit burung kakatua, satu kulit burung rankong, satu kulit burung kaswari raja, satu kulit burung cendrawasi, dan dua kulit burung nuri bayan.

Selain itu, satu kulit burung beo nias, satu kulit burung alap-alap, satu kulit burung kaswari, tiga kulit kancil, satu kulit kucing hutan, satu kulit kijang, satu kulit kukang, empat kulit rusa timur, satu kulit kera, dan empat kulit kura-kura.

AS dijerat Pasal 21 ayat 2 huruf b dan Pasal 40 ayat 2 UU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan hukuman denda Rp100 juta rupiah dan pidana di atas lima tahun penjara.


(UWA)