Kampanye Basmi Hoax Bandung, Ingat Teing

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 19 Mar 2017 15:22 WIB
hoax
Kampanye Basmi <i>Hoax</i> Bandung, Ingat <i>Teing</i>
Kampanye antihoax di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu 19 Maret 2017. (Metrotvnews.com/Octavianus)

Metrotvnews.com, Bandung: Bermunculannya berita bohong di berbagai media sosial sangat mengganggu stabilitas dan menjadi ekses negatif di masyarakat. Sebaiknya pemerintah tak hanya menerima pengaduan kemudian melaporkan pelaku ke polisi.

“Jujur kalau saya ditanya bagaimana basmi hoax, Kemenkominfo sebaiknya segera menangkap orangnya, kemudian membawanya ke pengadilan,” ungkap pakar teknologi informasi, Onno W Purbo di sela-sela kampanye Aksi Bandung Basmi Hoax (ABBAH), di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu 19 Maret 2017.

Ono menuturkan, hingga saat ini pemerintah telah berupaya menangani masalah informasi bohong ini. Sebagai contoh, pendidikan antihoax seperti kampanye hari ini paling tidak merupakan upaya serius dari pemerintah untuk memberantas hoax dan meningkatkan kondusifitas masyarakat.

"Jadi menurut saya sih tegakkan hukum dan berikan masyarakat pendidikan tentang etika dalam dunia internet, agar tercipta kekondusifan sosial,” ucapnya.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, pemerintah tidak bisa menangkap pelaku hoax.

“Kami hanya menyerahkan laporan kepada kepolisian untuk diambil tindakan hukum bagi pelaku hoax tersebut,” ujarnya.

Niken menerangkan, sejak setahun lalu, Kemenkominfo sudah menutup sedikitnya 800 ribu situs yang terindikasi menyebarkan hoax dan berita bohong.

Di sisi lain, kata Niken, kampanye anti hoax dan pendidikan berinternet sehat sudah dilakukan sejak 2014 ke sejumlah kota di Indonesia.

Kampanye basmi hoax juga dihadiri istri Wali Kota Bandung Attalia Pratatya. Kepada warga, dia berpesan agar senantiasa hati-hati saat menyebarkan sebuah konten.

"Ingat Teing, ya, teliti sebelum sharing,” katanya.


(SAN)