Kepala BNPT: Peneror Bom di Samarinda Tak Diterima Lingkungan

Ismail    •    Rabu, 16 Nov 2016 20:22 WIB
ledakan
Kepala BNPT: Peneror Bom di Samarinda Tak Diterima Lingkungan
Suasana setelah bom meledak. Foto: Antara/Amirulloh

Metrotvnews.com, Sumedang: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius menyebut kasus teror bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sampai saat ini terus dikembangkan Densus 88 Polri dan BNPT.

"Saat ini kasusnya sedang dikembangkan tim Densus 88 dan BNPT," ujar Suhardi Alius usai memberikan kuliah umum bertajuk "Resonasi Kebangsaan Mencegah Radikalisme di Lingkungan Muda/Pelajar/Mahasiswa" di Ruang Seminar Gedung A Kampus Fisip Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Suhardi menyebut jika Jo atau Juhanda yang merupakan pelaku teror bom di Kota Samarinda itu adalah bekas napi teroris yang dipastikan akan sulit diterima oleh lingkungan masyarakat atau keluarga.

"Ini kan bekas napi teroris dan terus terang dia tidak mendapatkan tempat di lingkungannya termasuk di keluarga," katanya.

Baca: Bom Samarinda, Polisi Tangkap 15 Orang Lain

Sehingga, kata Suhardi, dia tersambung kembali dengan link-link lama atau tim radikalnya. Bahkan, kata dia, di lapas pun mungkin sudah tereduksi atau berkolaborasi dengan tahanan lain.

"Akhirnya, saat keluar, dia terdorong kembali ke komunitasnya dan berbuat teror lagi," ujarnya.

Sebuah bom meledak di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu 13 November. Pelaku melemparkan bom ke area depan gereja sekira pukul 11.30 WITA, saat jemaah keluar.

Peristiwa itu mengakibatkan empat anak terluka. Ledakan juga mengakibatkan empat sepeda motor rusak. Satu korban ledakan meninggal dunia atas nama Intan Marbun. Intan mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Syahrani, Senin 14 November pukul 04.00 WITA.

 


(UWA)