Ricuh Lahan BIJB

Penangguhan Penahanan Tiga Petani Majalengka Dikabulkan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 24 Nov 2016 18:57 WIB
kerusuhan
Penangguhan Penahanan Tiga Petani Majalengka Dikabulkan
Petugas gabungan mengamankan proses pengukuran lahan untuk perluasan kawasan BIJB di Majalengka, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Bandung: Polda Jawa Barat memenuhi pengajuan penangguhan penahanan pada tiga petani asal Kertajati, Kabupaten Majalengka. Ketiga petani merupakan tersangka kerusuhan saat petugas mengukur lahan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Arif Yogiawan, mengatakan ketiga petani yaitu Carsiman, 44; Sunardi, 45; dan Darni, 66. Ketiganya menjalani pemeriksaan di Kepolisian Majalengka.

Arif mengatakan keluarga yang meminta penangguhan penahanan. LBH Bandung dan beberapa lembaga mendampingi keluarga untuk mengajukan permohonan tersebut.

"Alasannya, ketiga petani merupakan tulang punggung keluarga. Keluarga juga menjamin ketiga petani tidak akan kabur," kata Arif di Kantor LBH Bandung, Jalan Sidomulyo, Kota Bandung, Kamis (24/11/2016).

Arif mengatakan ketiga petani dan keluarga bakal kooperatif dalam proses hukum. Mulai dari pemeriksaan di kantor polisi, kejaksaan, hingga sidang di pengadilan.

Arif menuturkan kerusuhan bermula saat sekelompok warga menyaksikan pengukuran lahan pada Kamis 17 November. Warga khawatir petugas salah ukur.

Kemudian warga bermaksud bernegosiasi dengan petugas agar tidak salah ukur. Tapi petugas membubarkan kerumunan warga hingga berujung ricuh.

"Kami lihat ini tidak ada tindakan menghalang - halangi, namun warga saat itu ingin bernegosiasi," paparnya.


(RRN)