Buni Yani Minta Hakim Adil Lewat Duplik

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 31 Oct 2017 16:30 WIB
buni yani tersangka
Buni Yani Minta Hakim Adil Lewat Duplik
Buni Yani. Foto: Antara/Agus Bebeng

Metrotvnews.com, Bandung: Perkara Buni Yani terus bergulir. di melanjutkan proses persidangan. Dalam persidangan duplik, tanggapan replik yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum pekan lalu, Buni Yani meminta hakim bersikap adil

Dalam poin pertama duplil, tuntutan Buni Yani berdasar atas keseimbangan dengan perkara yang menjerat Ahok. Hal ini tidak sesuai dengan fakta persidangan. Tuntutan jaksa dinilai tak berasas keadilan.

"Tapi lebih kepada motif balas dendam dan muatan politik sangat besar," ucap penasehat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, di Gedung Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa 31 Oktober 2017.

Aldwin menegaskan, tuntutan dalam perkara kliennya tersebut tidak berdasar pada fakta hukum di persidangan Buni Yani. Dalam hal ini, dari awal telah dipersiapkan bahasa pokok.

"Dari penuturan pokoknya, Buni Yani harus masuk (dihukum). Ini sudah di luar koridor hukum," tegasnya.

(Baca: Buni Yani Menolak Salah)

Sementara itu, dalam persidangan tersebut, Buni Yani mengatakan atas fakta persidangan dan tuntutan jaksa yang dinilainya  tidak berdasar, maka Buni meminta Majelis Hakim untuk membebaskan dirinya.

Dirinya meminta Majelis Hakim, memutuskan persidangan dengan sangat bijak dan adil karena dirinya dan keluarga mengalami penderitaan atas perkara tersebut.

"Saya mohon, yang mulia untuk terakhir kalinya meminta keadilan yang seadil adilnya," pungkasnya.

Buni Yani dituntut hukuman dua tahun penjara atas perkara dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Buni didakwa memotong dan menyebarkan video pidato Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu yang menyebabkan kegaduhan.

(Baca: Buni Yani Dituntut Dua Tahun Penjara)


(SUR)